Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 07 MARET 2026 • 16:36 WIB

Taman Siswa, Alat Perjuangan Ki Hajar Dewantara lewat Jalur Pendidikan

Taman Siswa, Alat Perjuangan Ki Hajar Dewantara lewat Jalur PendidikanIlustrasi Taman Siswa. (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Taman Siswa merupakan lembaga pendidikan yang didirikan untuk menjawab kesulitan akses pendidikan bagi pribumi di masa kolonial Belanda. 

Pada masa itu, sistem pendidikan kolonial hanya terbuka untuk keturunan Belanda dan kaum priyayi, sehingga rakyat biasa sulit mendapatkan pendidikan. 

Kondisi ini mendorong Ki Hajar Dewantara untuk mengambil langkah revolusioner dalam dunia pendidikan.

Taman Siswa didirikan pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta oleh Ki Hajar Dewantara. Awalnya, lembaga ini hanya membuka taman kanak-kanak dan kursus guru. 

Baca juga: Sejarah Kodifikasi Alquran: Dari Tulang hingga Mushaf Resmi

Namun, seiring waktu, Taman Siswa berkembang menjadi tempat untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat anti-penjajahan. 

Konsep pendidikan yang diusung berbeda dengan sistem pendidikan kolonial yang kaku dan berorientasi pada ujian.

Ki Hajar Dewantara memperkenalkan sistem among, yang menekankan pentingnya hubungan harmonis antara guru dan siswa. 

Sistem ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih manusiawi, mengedepankan kebebasan, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. 

Baca juga: Tradisi Bukber yang Sejarahnya Sudah Dilakukan dari Zaman Rasulullah SAW, Simak  Manfaatnya

Ia percaya bahwa penekanan berlebihan pada aspek intelektual semata dapat menghambat pertumbuhan jiwa dan budaya bangsa.

Melalui Taman Siswa, Ki Hajar Dewantara ingin menghadirkan pendidikan yang seimbang antara pengembangan intelektual, sosial, dan budaya. 

Pendidikan ini bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman, merdeka lahir batin, berbudi pekerti, cerdas, terampil, dan bertanggung jawab. 

Ciri khas pendidikan Taman Siswa terletak pada nilai-nilai Panca Dharma, yang meliputi kodrat alam, kebudayaan dengan teori Trikon (kontinuitas, konvergensi, dan konstruksi), kemerdekaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Journal Of History And History Education

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Taman Siswa, Alat Perjuangan Ki Hajar Dewantara lewat Jalur Pendidikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!