Sejarah kodifikasi Alquran. (Dok. Freepik)
INDOZONE.ID - Alquran tidak turun sekaligus sebagai kitab jadi.
Proses pengumpulannya berlangsung lebih dari dua dekade dengan melibatkan 43 juru tulis, media seadanya seperti tulang dan pelepah kurma.
Alquran akhirnya menjadi mushaf standar yang dikirim ke seluruh penjuru dunia.
Alquran Tidak Langsung Jadi Sebuah Buku
Banyak yang tahu Alquran diturunkan bertahap. Tapi kenapa harus bertahap? Dan bagaimana prosesnya?
Dalam buku Ushul Fikih: Kajian Tentang Sumber Hukum Islam (2022), Syamsul Anwar menekankan bahwa Alquran tidak diturunkan sebagai sebuah kitab yang langsung jadi, melainkan turun secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun.
Proses panjang itu bukan kelemahan, justru itu strateginya.
Wahyu yang turun perlahan memberi ruang bagi masyarakat Arab abad ke-7 untuk menyerap hukum dan nilai moral secara organik, bukan sekaligus seperti undang-undang yang dipaksakan.
Baca juga: Misteri di Balik Arti Mimpi dan Macam-macamnya dalam Alquran hingga Psikologi Modern
Baca juga: Sejarah Turunnya Alquran yang disebut Nuzulul Quran, Terjadi pada 17 Ramadhan
Secara periodisasi, wahyu terbagi dalam dua fase. 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Perbedaannya bukan cuma soal lokasi.
Ayat-ayat Makkiyah dominan berbicara soal fondasi kepercayaan, siapa Tuhan, apa itu iman, bagaimana manusia harus bersikap.
Sementara ayat-ayat Madaniyah mulai masuk ke wilayah yang lebih teknis.
Regulasi sosial, hukum perdata, hingga tata kelola komunitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Muhammadiyah