Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 01 MARET 2026 • 18:00 WIB

Kolese Kanisius, Bukti Pendidikan Formal Jesuit Sejak 1927

Kolese Kanisius, Bukti Pendidikan Formal Jesuit Sejak 1927Sekolah Kolese Kanisius (Sumber: KITLV)

INDOZONE.ID - Sebagian besar masyarakat pasti sudah tidak asing dengan sekolah bernama Kolese Kanisius. Kolese Kanisius adalah sebuah sekolah menengah yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat. 

Sejarah sekolah menengah Kolese Kanisius telah dimulai sejak tanggal 24 Oktober 1926 pada saat Pater J. Kurris SJ mendarat di Batavia. Kemudian, Pater J. Kurris membeli tanah di Menteng Raya No. 64 yang kemudian didirikan Bangunan sekolah dan dinamai sebagai Kolese Kanisius. 

Nama Kanisius sendiri dipilih dari Santo Petrus Kanisius yang merupakan salah satu Santo dari Ordo Serikat Jesus asal Belanda yang menjadi teolog terkenal di Eropa dalam masa Kontra-Reformasi yang terjadi di Eropa. 

Secara resmi, kelas pertama di Kolese Kanisius dimulai pada tanggal 1 Juli 1927 sebagai AMS (Algemene Middlebare School) atau setara SMA. Kemudian, pembangunan gedung asrama, aula dan lapangan tennis selesai pada tanggal 1 Juli 1929. Gedung ini di desain oleh arsitek Belanda, Fermon-Cuypers. Pada tanggal 26 Oktober 1931, status Kolese Kanisius menjadi lengkap ditambah terdapat Pater van Hoof SJ yang menjadi rektor pertama Kolese Kanisius. 

Kolese Kanisius kemudian mulai membuat berbagai unit kegiatan siswa seperti paduan suara, orkestra, kelompok sandiwara, dan majalah dalam mengisi kekurangan dari Kolese Kanisius itu sendiri. 

Baca juga: Sejarah Perkembangan Sekolah Dasar hingga Menengah di Indonesia

Pada tahun 1938, Pater van Hoof SJ kemudian digantikan oleh Pater de Quay SJ. Pater de Quay SJ kemudian bertugas dalam melakukan pembangunan HBS (Hogere Burger School) atau setara SMP-SMA. Pada tahun yang sama memulai pembangunan gedung bertingkat beserta asrama di sayap kanan namun terhenti akibat perang Dunia II, kegiatan belajar-mengajar di Kolese Kanisius diubah menjadi Sekolah Menengah Negeri. Pada tanggal 1 Januari 1946, Kolese Kanisius diadakan kembali pembangunan HBS oleh Pater Bastiaan SJ sampai tahun 1948. 

Pada tanggal 27 Desember 1949, para murid di Kolese Kanisius mulai menyanyikan lagu Indonesia Raya setelah adanya penyerahan Kedaulatan Indonesia dari Belanda. Kemudian, hal ini berlanjut dengan dihapuskannya sistem HBS (Hogere Burger School) dan digantikan dengan sistem SMP-SMA pada tahun 1952 oleh Pater Kreekelberg SJ. 

Dalam kurun waktu 15 tahun, SMP-SMA Kolese Kanisius mencatatkan kelulusan sebesar 90%-100% dalam ujian Penghabisan Negeri. Setelah itu, Kolese Kanisius dipercaya untuk membuka kelas percobaan bagian A dan C. 

Sejak tanggal 1 Agustus 1964, Pater P. Jeuken SJ menggantikan Pater Kreekelberg SJ sebagai direktur SMP-SMA yang mengembangkan mata pelajaran menjadi 4 jurusan yaitu ilmu budaya, ilmu sosial, ilmu pasti, dan ilmu pengetahuan alam. Namun, dikurangi menjadi 3 yaitu sastra budaya, ilmu pasti-alam, dan ilmu sosial-ekonomi pada masa Pater Prayitna SJ tahun 1967. 

Pada tahun 1967, untuk mempererat hubungan dengan sekolah lain, maka diadakan PORASKA (Pertandingan Antar Sekolah Katolik). Acara ini tidak hanya melibatkan pria saja, maka Kolese Kanisius kemudian bekerja sama dengan SERVIAM (SMA Santa Ursula dan SMA Santa Theresia). Selain itu, dibentuk juga malam kesenian dengam kedua SMA tersebut. 

Pada tahun 1977, Kolese Kanisius merayakan ulang tahunnya ke-50. Diadakan acara balap reli motor dan bazaar murah sebagai bagian dari perayaan itu. Hasil dari perayaan itu kemudian disumbangkan kepada lembaga pendidikan yang kurang mampu di Jawa Tengah. 

Tahun 1987 hingga 1992, Kolese Kanisius mulai melakukan Progress Renovasi. Progress ini dimulai dengan menghancurkan gedung depan dan aula Kolese Kanisius karya arsitek Belanda Fermon-Cuypers. Gedung depan itu kemudian digantikan oleh gedung baru 4 lantai dan aula lama digantikan oleh aula 2 lantai. 

Pada tahun 2000, diterapkan sebuah aturan larangan menyontek terhadap para siswa di Kolese Kanisius. Untuk siswa SMP: 2 kali menyontek dikeluarkan dari Kolese Kanisius dan untuk siswa SMA: 1 kali menyontek dikeluarkan dari Kolese Kanisius. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kanisius.sch.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kolese Kanisius, Bukti Pendidikan Formal Jesuit Sejak 1927

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!