ilustrasi Gerhana Bulan (Freepik/ wirestock)
INDOZONE.ID - Penggemar astronomi merapat! Tahun 2026 ini menjadi kabar baik bagi mereka. Pasalnya, pada tahun ini akan terjadi empat fenomena gerhana yang terdiri dari dua gerhana bulan dan dua gerhana matahari.
Salah satu paling dinantikan adalah gerhana bulan total yang berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.
Gerhana bulan total 3 Maret 2026 menjadi momen spesial lantaran bisa dilihat langsung dari berbagai wilayah Indonesia.
Saat fenomena ini terjadi, Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga bayangan Bumi sepenuhnya menutupi Bulan dan membuatnya tampak kemerahan.
Baca juga: Apakah di Bulan Ada Gerhana Bumi?Berikut Penjelasannya
Lantas, kapan waktu terbaik untuk menyaksikannya? Simak jadwal dan tips menyaksikannya di bawah ini!
Gerhana Bulan total pada Selasa, 3 Maret 2026 akan berlangsung cukup lama dan melewati beberapa tahapan penting. Melansir dari BMKG, berikut rincian fase gerhananya:
Gerhana Bulan Total 3 Maret mendatang akan terlihat jelas dari seluruh Indonesia. Dengan kondisi pengamatan malam hari yang ideal bagi kawasan Asia Tenggara, masyarakat dapat menikmati fase totalitas gerhana secara penuh.
Seluruh tahapan fenomena ini, dari awal hingga puncaknya, dapat disaksikan secara langsung mengikuti zona waktu di wilayah masing-masing.
Selain Indonesia, gerhana ini juga dapat disaksikan di Amerika, Australia, serta wilayah Asia bagian Timur, Tenggara, dan Tengah.
Buat kamu yang ingin menyaksikan secara online, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyediakan live streaming melalui situs resmi mereka di gerhana.bmkg.go.id.
Gerhana Bulan total terjadi secara spesifik ketika Bumi memosisikan diri tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga seluruh permukaan Bulan tertutup oleh bayangan inti Bumi.
Fenomena astronomi ini hanya berlangsung selama fase bulan purnama, yakni saat ketiga benda langit tersebut berada pada konfigurasi garis lurus yang sempurna.
Akibat kesejajaran ini, pancaran sinar Matahari yang seharusnya memantul di permukaan Bulan terhalang sepenuhnya oleh tubuh Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG