Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 14 JANUARI 2026 • 12:30 WIB

10 Fenomena Astronomi di 2026: Ada Gerhana Bulan Total!

10 Fenomena Astronomi di 2026: Ada Gerhana Bulan Total!10 Fenomena Astronomi di 2026: Ada Gerhana Bulan Total! (Freepik)

INDOZONE.ID -  Bagi para pecinta langit dan astronomi, 2026 menjanjikan sederet fenomena menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Mulai dari gerhana bulan total hingga parade planet, berikut ini daftar fenomena yang bisa disaksikan sepanjang tahun.

1. Jupiter di Posisi Oposisi Pada 10 Januari

Awal tahun, planet Jupiter akan berada dalam posisi oposisi, yaitu sejajar dengan Bumi dan Matahari. Ini menjadi momen terbaik untuk mengamati raksasa gas ini karena akan tampak paling terang sepanjang malam.

Jika diamati dengan teleskop atau teropong, kamu bisa melihat bulan-bulan terbesar Jupiter atau Bintik Merah Besarnya.

Baca juga: Macam-macam Fenomena Langit yang Dapat Disaksikan Desember 2025

2.  Parade Enam Planet di Akhir Februari

Pada akhir Februari, enam planet yaitu, Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus akan berkumpul di sisi langit yang sama dari perspektif Bumi.

Meski Uranus dan Neptunus terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang, fenomena ini memberi kesempatan langka untuk mengamati tata surya dengan garis planet yang tersusun rapi.

3. Gerhana Bulan Total Pada 3 Maret

Pada dini hari 3 Maret, bulan akan berubah menjadi warna merah-oranye selama gerhana bulan total.

Fenomena ini terjadi karena sinar Matahari yang melewati atmosfer Bumi, menyebarkan cahaya biru dan hanya menyisakan gelombang merah yang memantul ke bulan yang membuatnya tampak seperti blood moon.

Dari semua gerhana bulan, hanya sekitar 29 persen yang merupakan gerhana bulan  total. Setelah peristiwa ini terjadi, gerhana bulan total berikutnya akan terjadi saat tahun 2028 

Baca juga: Selain Fenomena Cold Moon, Apa Lagi yang Terjadi di Bulan Desember 2025?

4. Hujan Meteor Lyrid di 21-22 April

Malam 21 hingga 22 April 2026 akan menjadi puncak hujan meteor Lyrid. Diperkirakan hingga 18 meteor per jam bisa terlihat dari langit gelap.

Meteor ini berasal dari debu komet Thatcher yang menyebar sepanjang orbitnya, dan akan tampak memancar dari rasi bintang Lyra.

5. Blue Micromoon Pada 31 Mei

Bulan purnama kedua di bulan Mei ini dikenal sebagai blue moon, atau micromoon. Disebut  micromoon  karena siklus bulan 29,5 hari tidak sepenuhnya selaras dengan panjang bulan kalender kita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Earthsky.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

10 Fenomena Astronomi di 2026: Ada Gerhana Bulan Total!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!