Ilustrasi Fenomena Langit Yang Dapat Terjadi di Bulan Desember 2025 (Freepik)
INDOZONE.ID -Bagi pecinta astronomi maupun penikmat fenomena langit, bulan Desember 2025 akan menjadi periode yang sangat istimewa.
Setelah fenomena aurora besar yang sempat viral di November, langit akan kembali menghadirkan serangkaian peristiwa menakjubkan untuk menutup tahun.
Mulai dari supermoon, dua hujan meteor, momen terbaik mengamati planet, hingga komet interstelar langka yang semuanya dapat dinikmati langsung dari Bumi.
Baca juga: Reuni Akbar 212: Memahami Sejarah dan Makna Aksi Demonstrasi 2 Desember 2016 Silam
Fenomena pertama yang membuka Desember adalah hadirnya Cold Moon, supermoon terakhir di tahun 2025.
Supermoon dapat terjadi ketika Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi (perigee), sehingga terlihat hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibanding biasanya.
Baca juga: Kisah Billy Milligan: Kriminal yang Punya 24 Kepribadian dengan Vonis DID Pertama di AS
Pada 7 Desember, Merkurius mencapai titik elongasi terbesarnya dari Matahari. Momen terbaik untuk melihat planet tercepat ini adalah dengan mata telanjang.
Yang membuat menarik dari fenomena ini adalah karena jarang terjadi. Selain itu, Merkurius biasanya tertutup cahaya Matahari, sehingga sayang jika fenomena ini dilewatkan.
Hujan meteor Geminid sudah lama dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling terang. Pada puncaknya, Geminid dapat menghasilkan 60–120 meteor per jam di langit gelap tanpa polusi cahaya.
Meteor Geminid akan mulai terlihat sekitar pukul 22.00. Tahun ini menjadi sangat ideal karena bulan sabit tua yang hanya 30% baru terbit sekitar pukul 02.00 dini hari.
Baca juga: Candi Sumur: Situs Mini Majapahit yang Menyimpan Misteri Hilangnya Tokoh Penting
Nebula Orion (Messier 42) adalah salah satu wilayah pembentukan bintang paling terkenal dan dapat dilihat bahkan dengan mata telanjang.
Pada 15 Desember, nebula berada pada posisi terbaiknya di titik tertinggi langit sekitar tengah malam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Geographic