Gerhana matahari cincin (photo/pexels/@drewrae)
INDOZONE.ID - Apakah di Bulan ada gerhana Bumi? Jawabannya adalah ya. Dari sudut pandang bulan,terjadi fenomena yang bisa disebut sebagai “gerhana Bumi”.
Secara ilmiah, peristiwa itu sebenarnya adalah gerhana Matahari, hanya saja yang menutupi Matahari adalah Bumi.
Baca juga: Fenomena Gerhana Matahari Cincin Akan Terjadi 17 Februari 2026
Gerhana terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Peristiwa ini tidak terjadi setiap bulan, melainkan hanya beberapa kali dalam setahun.
Secara umum, terdapat dua jenis gerhana yang kita kenal di Bumi:
Baca juga: Bulan Perlahan Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Terancam Punah?
Saat gerhana Bulan total terjadi di Bumi, posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Dari permukaan Bulan, pemandangannya akan sangat berbeda.
Melansir dari laman NASA (20/19/2026), seorang pengamat di Bulan akan melihat Bumi perlahan menutupi Matahari.
Dengan kata lain, di Bulan akan terjadi gerhana Matahari yang disebabkan oleh Bumi. Karena ukuran Bumi tampak jauh lebih besar dibandingkan Bulan jika dilihat dari masing-masing permukaan, Bumi akan terlihat menutup Matahari secara lebih dominan.
Baca juga: Gerhana Matahari Total Terlama dalam Sejarah, Ini Faktanya
Menariknya, saat kita di Bumi melihat Bulan berubah menjadi merah saat gerhana Bulan total, warna itu sebenarnya berasal dari cahaya Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi.
Cahaya kemerahan tersebut tetap mencapai Bulan, sehingga dari sana, Bumi akan tampak seperti cincin gelap dengan tepi bercahaya kemerahan.
Jadi, bisa dikatakan bahwa “gerhana Bumi” memang terjadi di Bulan, tetapi bentuknya adalah Bumi yang menghalangi Matahari.
Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026. Pada saat itu, Bulan purnama akan memasuki bayangan inti Bumi (umbra), sehingga seluruh permukaannya tampak gelap dan berwarna merah-oranye.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA