Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 AGUSTUS 2025 • 18:40 WIB

Kontribusi Jong Java dalam Menggerakkan Semangat Nasionalisme

Kontribusi Jong Java dalam Menggerakkan Semangat NasionalismeJong Java divisi Solo dari Jawa Barat sedang mengunjungi Candi Prambanan yang dipimpin oleh Mr. Soetopo. (sumber: digitalcollections.universiteitleiden.nl)

INDOZONE.ID - Pada mulanya berdiri organisasi para pemuda yang disebut Tri Koro Dharmo, yang bermakna “Tiga Tujuan Mulia”. Akan tetapi, organisasi ini memiliki kekentalan kejawaan di antara anggotanya. Agar terhindar dari pembubaran oleh para pemuda, nama organisasi diubah menjadi Jong Java, sesuai nama pulau. Tujuannya agar para pelajar bersuku Sunda, Madura, maupun Bali tidak merasa terpinggirkan. Walaupun demikian, mimpi ini sempat tidak terwujud karena banyak pemuda bersuku Sunda memutuskan keluar dan membentuk organisasi mereka sendiri, yaitu Sekar Rukun.

Terbentuknya Jong Java adalah suatu harapan agar tercipta “Jawa Raya” yang menginspirasi anggotanya. Jong Java, sebagai wadah bagi para pemuda yang menempuh pendidikan menengah umum dengan sistem Barat, diharapkan mampu menampung keinginan dan cita-cita masyarakat Indonesia.

Baca juga: Melampaui Perbedaan: PPPKI dan Persatuan Kaum Nasionalis untuk Kemerdekaan Indonesia

Jong Java giat mengadakan kegiatan keolahragaan untuk menghilangkan kebosanan para anggotanya yang setiap saat mengikuti pendidikan formal dan rapat organisasi. Harapannya, kegiatan olahraga tersebut dapat meningkatkan semangat nasionalisme para pemuda dalam beraktivitas di kegiatan berikutnya.

Tidak hanya di bidang pendidikan dan olahraga, organisasi ini juga memberikan pelatihan kepanduan kepada anggotanya. Kegiatan ini pertama kali diadakan di Yogyakarta pada tahun 1921, dipimpin oleh Prof. Mr. Suripto, Suratno Sastroamijoyo, Rustiman, dan Subiono. Seiring waktu, pada Kongres ke-V di Solo tahun 1922, kegiatan ini disahkan sebagai kegiatan wajib bagi seluruh cabang Jong Java dan kemudian disebut Jong Java Padvinderij (JJP).

Setelah kegiatan tersebut resmi ditetapkan, didirikan pula pasukan Padvinderij di seluruh cabang Jong Java. Ketua kegiatan kepanduan ini berasal dari orang-orang yang sebelumnya menjabat sebagai anggota NIPV. Tujuan pembentukan kepanduan adalah meningkatkan ketekunan para anggota, agar mereka siap menerima berbagai tantangan, sekaligus mampu menangkap itikad baik dan manfaat dari pelaksanaan kepanduan.

Dalam membiayai kegiatannya, Jong Java membentuk badan kas cadangan bernama Studiefonds Jong Java. Badan ini selain mengurus keuangan organisasi, juga menjadi penyumbang dana bagi anggota yang berasal dari kalangan kurang mampu.

Sejak awal berdirinya, Jong Java termasuk organisasi yang rutin mengadakan kongres. Berbagai kongres dilaksanakan untuk mendiskusikan isu politik maupun problematika internal organisasi. Salah satu kongres penting adalah Kongres Jong Java VIII di Bandung, yang berlangsung dari 28 Desember 1925 hingga Januari 1926. Sejak kongres ini, muncul kecenderungan membahas isu politik Hindia Belanda di antara anggota.

Baca juga: Budi Utomo dan Gerakan Nasional: Awal Perlawanan Pemuda Melalui Organisasi Memperjuangkan Kemerdekaan

Jong Java yang melaksanakan Kongres ke-XI di Yogyakarta pada 25-29 Desember 1928 akhirnya menyetujui gagasan untuk menggabungkan organisasi mereka dengan organisasi pemuda lainnya. Setelah persetujuan tersebut, dilaksanakan Kongres ke-XII pada 23-29 Desember 1929 di Semarang, yang menandai bubarnya organisasi Jong Java.

Organisasi baru yang terbentuk, yakni Komisi Besar Indonesia Muda, kemudian mengadakan kongres untuk meresmikan berdirinya organisasi tersebut. Peresmian berlangsung di Gedung Habiprojo Surakarta pada 28 Desember 1930 hingga 2 Januari 1931. Saat didirikan, organisasi ini sudah memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia, dengan jumlah anggota mencapai 2.300 orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kontribusi Jong Java dalam Menggerakkan Semangat Nasionalisme

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!