INDOZONE.ID - Tahun 1927 menjadi jalan baru bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan lahirnya Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) yang diprakarsai oleh dua tokoh besar, Soekarno dan dr. Soekiman. PPPKI menjadi wadah bagi organisasi nasionalis seperti Partai Nasional Indonesia (PNI), Budi Utomo, dan Jong Sumatranen Bond untuk bersatu demi kemerdekaan Indonesia.
Dalam naungan PPPKI, organisasi nasionalis dengan pandangan yang beragam menemukan titik landasan yang sama, menutup celah perpecahan, serta menyatukan gerakan perlawanan terhadap kolonialisme. PPPKI membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan tambahan untuk mencapai kemerdekaan.
Baca juga: Pemikiran Mohammad Hatta tentang Pendidikan Kader di PNI Baru: Strategi Berjuang dengan Ilmu
Pada tahun 1929, dalam kongres kedua di Surakarta, PPPKI mencetuskan ide mendirikan Concentratie Pengajaran Nasional (CPN) dan juga Komisi Pendidikan Nasional guna mengurangi ketergantungan pada pendidikan kolonial Belanda. Pendidikan diyakini sebagai fondasi penting untuk membentuk karakter bangsa yang mandiri serta menyadarkan generasi muda akan hak-hak kebangsaan.
Dalam usaha lainnya, PPPKI juga memperjuangkan kebebasan politik bagi rakyat Indonesia yang dibatasi kolonialisme. Organisasi ini menentang aturan yang membungkam suara rakyat serta memperjuangkan hak berkumpul, berbicara, dan berpolitik.
Baca juga: Kisah di Balik Pembubaran PNI dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia
Menjadi pelopor pergerakan nasional, PPPKI menginspirasi semangat kebangsaan, membangkitkan kesadaran nasional, serta menjadi simbol ketangguhan dalam melawan kolonialisme. Peran PPPKI menjadi tonggak fondasi penting menuju kemerdekaan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Academia.edu