Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 AGUSTUS 2025 • 20:15 WIB

Uniknya Tradisi Nyotaimori di Jepang: Makan Sushi Tanpa Piring

Uniknya Tradisi Nyotaimori di Jepang: Makan Sushi Tanpa PiringIlustrasi sushi salmon. (Freepik)

INDOZONE.ID - Awal berdirinya Nyotai Perdana menimbulkan banyak kontroversi. Pada tahun 2010, pengusaha Afrika Selatan, Kenny Kunene, membuat heboh di Afrika Selatan dengan memakan sushi yang disajikan di tubuh wanita telanjang pada pesta ulang tahunnya. Kebiasaan ini disebut Nyotaimori dalam bahasa Jepang dan dengan cepat dikenal sebagai tradisi Jepang. Sushi sendiri mulai dikonsumsi oleh orang-orang kaya baru. Artikel ini menganalisis pengaturan Jepang di Afrika Selatan dan liputan skandal Jepang selanjutnya. Isu ini ditempatkan dalam konteks upaya pemerintah Jepang untuk memanfaatkan konsumsi elit sebagai bentuk diplomasi publik, yang menunjukkan bagaimana praktik tersebut digunakan dalam skandal-skandal berikutnya sebagai cara bagi orang Afrika Selatan untuk mendefinisikan diri mereka. Proses ini mengungkap bagaimana Afrika Selatan tertanam dalam lanskap ideasional Barat.

Baca juga: Jejak Seni Kristen di Indonesia: Ketika Iman Bertemu Tradisi Lokal

Prevalensi Nyotaimori memberi tahu kita lebih banyak tentang betapa kuat dan meresapnya kata “Jepang” dalam lanskap konseptual Barat. Namun, seperti yang dijelaskan Kunene sendiri, pesta Nyotaimori yang diadakannya adalah cara untuk terhubung, bukan dengan Jepang atau Asia, melainkan dengan “Eropa dan seluruh dunia.” Sama seperti Indonesia, Jepang memiliki banyak budaya dan tradisi. Salah satu yang unik adalah tradisi Nyotaimori. Tradisi ini sudah ada sejak lama dan dirayakan ketika para samurai memenangkan pertempuran. Nyotaimori adalah tradisi makan sushi yang disajikan di tubuh wanita telanjang.

Dikutip dari The Guardian (15/10/24), tradisi yang awalnya populer di Afrika Selatan ini, seiring berjalannya waktu, menjadi tren dalam perayaan ulang tahun.

Baca juga: Mengenal Wasabi yang 'Asli': Pasta Hijau yang Biasa Ditemui Saat Makan Sushi dan Sashimi

Meskipun Nyotaimori dikenal sebagai sebuah tradisi, praktik ini sering kali terlihat dalam konteks hiburan atau sebagai daya tarik di restoran sushi tertentu, terutama di kawasan modern dan kebarat-baratan. Tradisi ini dianggap sebagai bentuk seni yang memadukan unsur gastronomi dengan keindahan tubuh manusia, serta mencerminkan nilai estetika Jepang. Namun, tradisi ini akhirnya menimbulkan kontroversi. Nyotaimori sering dikritik karena merendahkan perempuan dan menggunakan tubuh mereka sebagai alat pamer. Banyak yang berpendapat bahwa praktik ini tidak etis dan tidak menghormati martabat perempuan. Kontroversi ini juga menimbulkan pandangan bahwa tradisi tersebut menjadikan wanita sekadar objek pengganti alas makan, yang seharusnya tidak dibenarkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Uniknya Tradisi Nyotaimori di Jepang: Makan Sushi Tanpa Piring

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!