Selasa, 23 JULI 2024 • 08:48 WIB

Bangunan Suci Era Majapahit Ditemukan Arkeolog di Mojokerto, Dari Era Tribhuwana Tunggadewi Wafat

Author

Arkeolog menemukan situs bagunan dari era Majapahit di Mojokwerto, Jawa Timur. (Z Creators/Aris Siswanto)

INDOZONE.ID - Pondasi bangunan pagar berusia ratusan tahun ditemukan arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, saat melakukan ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Struktur bata merah kuno tersebut membentang timur-barat sepanjang 150 meter dengan lebar 100 cm. Hanya saja tidak semua struktur yang ditemukan itu dalam kondisi utuh. Banyak struktur bangunan yang rusak.

Arkeolog menduga struktur bata merah kuno yang ditemukan ini merupakan pagar keliling sisi utara bangunan suci atau candi tempat pendharmaan ratu Majapahit, Tribhuwana Tunggadewi, ibu Raja Hayam Wuruk.

Hipotesa itu diperkuat dengan adanya sebuah yoni berangka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi. Berdasarkan naskah Pararaton di tahun tersebut tercatat ratu Tribhuwana Tunggadewi wafat.

Arkeolog menemukan situs bagunan dari era Majapahit di Mojokwerto, Jawa Timur. (Z Creators/Aris Siswanto)

Baca Juga: Raden Wijaya: Pendiri Kerajaan Majapahit dan Pahlawan Nusantara yang Jadi Lambang Universitas Brawijaya

“Kami hipotesakan candi ini dikelilingi pagar. Panjangnya sekitar 150 meter dan lebar 100 centimeter,” kata Muhammad Ichwan, arkeolog BPK Wilayah XI Jatim, Senin (22/7/2024).

Hipotesa para arkeolog saat ini pagar diperkirakan mengelilingi bangunan suci tersebut. Mulai dari sisi utara hingga sampai ke bagian timur dan sisi selatan. Seluruhnya diperkirakan menyambung.

“Dari manuskrip-manuskrip itulah menunjukkan jika candi di Situs Bhre Kahuripan ini berfungsi sebagai pendharmaan dari ibu dari Hayam Wuruk, yakni ratu atau raja Majapahit ketiga, Tribhuwana Tunggadewi,” imbuhnya.

Tak hanya menampakkan pondasi pagar sisi utara dan sebagian sisi selatan/ pada ekskavasi tahun 2023 lalu, arkeolog juga menemukan bentangan struktur bata merah sisi barat bangunan suci peninggalan abad 14 masehi ini.

Dalam serat Pararaton, Kerajaan Majapahit sendiri mempunyai banyak raja. Raja pertamanya sekaligus pendirinya yakni Sri Kertarajasa Jayawardana atau Raden Wijaya yang memerintah 1293 - 1309 Masehi.

Baca Juga: Fakta Sejarah Pasukan Bhayangkara, Tentaranya Kerajaan Majapahit Cikal Bakal Kopassus di TNI

Raden Wijaya digantikan oleh putranya, yakni Sri Maharaja Wiralandagopala, atau lebih dikenal sebagai Prabu Kayanegara yang bertahta di tahun 1309 - 1328 Masehi.

Selanjutnya, Majapahit dipimpin raja perempuan pertama Sri Tribhuwana Wijayatunggadewi Maharajasa atau Tribhuwana Tunggadewi pada tahun 1328 – 1351. Ia adalah putra Raden Wijaya dan saudara dari Prabu Jayanegara beda ibu.

Tribhuwana Tunggadewi digantikan oleh putranya sendiri, Sri Rajasanagara Sri Wilwatikta atau lebih dikenal dengan Prabu Hayam Wuruk. Raja ke empat Majapahit ini berkuasa di tahun 1350–1389 Masehi.

Sebagai ungkapan baktinya kepada sang ibu, Hayam Wuruk membangun candi pendharmaan yang saat tengah diekskavasi oleh para arkeolog di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

  Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU