INDOZONE.ID - Pernah enggak sih kamu melihat langit malam lalu berpikir, sebenarnya ada apa saja di luar angkasa?
Nah, kamu harus tau Di balik langit yang terlihat tenang, ternyata ada banyak fakta luar angkasa yang bisa bikin kamu takjub.
Mulai dari fenomena unik di planet lain hingga benda buatan manusia yang masih melayang di antariksa.
Lantas, apa saja fakta luar angkasa yang paling menarik untuk diketahui? Berikut penjelasannya:
1. Foto Luar Angkasa Tidak Ada Bintang
Salah satu hal yang sering bikin orang penasaran adalah mengapa foto luar angkasa, termasuk foto astronaut atau permukaan Bulan, terlihat gelap tanpa bintang.
Padahal, jika dipikir secara sederhana, luar angkasa seharusnya penuh dengan taburan bintang.
Ternyata, hal ini berkaitan dengan pengaturan kamera.
Jadi, objek seperti astronaut, pesawat, atau permukaan Bulan terkena cahaya Matahari secara langsung, sehingga kamera harus memakai shutter speed cepat agar objek utama tidak terlalu terang.
Efeknya, cahaya bintang yang jauh lebih redup tidak tertangkap oleh sensor kamera.
Jadi, bukan berarti bintangnya tidak ada, melainkan kamera harus memilih antara menampilkan objek utama dengan jelas atau menangkap cahaya bintang di belakangnya.
2.Sunset di Mars Justru Berwarna Biru
Setelah memahami bagaimana cahaya bekerja di foto luar angkasa, fenomena lain yang tidak kalah menarik juga terjadi di Mars.
Kalau di Bumi sunset biasanya identik dengan warna jingga atau merah, pemandangan di Mars justru berbeda.
Di planet merah itu, Matahari terbenam dapat terlihat kebiruan.
Baca juga: Pesawat Luar Angkasa NASA Temukan Asteroid dengan Tanda-Tanda Air Purba
Hal ini terjadi karena debu halus di atmosfer Mars memecah cahaya merah dan membuat cahaya biru lebih mudah terlihat.
Selain warnanya yang berbeda, ukuran Matahari dari Mars juga tampak lebih kecil dibandingkan dari Bumi.
3. Bulan Menyimpan Banyak Barang Manusia
Tahukah kamu selama misi Apollo, para astronaut ternyata meninggalkan banyak benda di permukaan Bulan.
Benda-benda itu berbagai macam, mulai dari bor, baterai, wadah makanan, kamera, sepatu, hingga kantong limbah.
Kedengarannya mungkin aneh bahkan terkesan jorok, tetapi keputusan itu dilakukan agar beban pesawat lebih ringan.
Dengan mengurangi barang yang dibawa pulang, astronaut bisa membawa lebih banyak sampel batuan Bulan ke Bumi.
Dari sampel itulah para ilmuwan kemudian mendapat banyak informasi penting tentang Bulan dan sejarah tata surya.
4. Foto Hubble Bikin Manusia Terlihat Sangat Kecil
Kalau jejak manusia di Bulan saja sudah terasa jauh, foto dari teleskop Hubble membuat kita semakin sadar betapa luasnya alam semesta.
Pada tahun 2015, Hubble pernah merilis gambar Galaksi Andromeda yang berisi lebih dari 100 juta bintang.
Ukuran fotonya juga sangat besar, mencapai sekitar 1,5 miliar piksel.
Jika ingin ditampilkan secara utuh, gambar itu bahkan membutuhkan ratusan layar TV HD yang dijejerkan.
Menariknya, titik-titik kecil yang terlihat dalam foto tersebut bukan sekadar cahaya biasa.
Titik-titik itu adalah bintang-bintang yang jumlahnya sangat banyak, sehingga membuat kita sadar bahwa manusia hanyalah bagian kecil di tengah luasnya semesta.
5. Melihat Langit Sama Seperti Melihat Masa Lalu
Melihat langit malam sebenarnya seperti melihat masa lalu.
Sebab, cahaya dari bintang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sampai ke Bumi.
Misalnya, jika sebuah bintang berjarak 500 tahun cahaya, maka cahaya yang kita lihat hari ini sebenarnya sudah berjalan selama 500 tahun.
Baca juga: Astronot Hampir Tenggelam di Luar Angkasa, Bukan di Laut
Artinya, kita sedang melihat kondisi bintang itu dari masa lalu, bukan keadaannya saat ini.
Oleh karena itu, setiap cahaya bintang yang tampak di langit bukan hanya terlihat indah, tetapi juga menyimpan jejak sejarah alam semesta.
6. Tesla Roadster Juga Masih Mengorbit di Luar Angkasa
Sebagai penutup, luar angkasa ternyata juga menyimpan cerita modern yang unik.
Pada 2018, SpaceX mengirim Tesla Roadster milik Elon Musk ke luar angkasa sebagai bagian dari misi peluncuran roket.
Mobil itu bukan sekadar aksi promosi, karena hingga kini masih mengorbit di ruang angkasa.
Jadi untuk menyelesaikan satu putaran orbit, mobil tersebut membutuhkan waktu ratusan hari.
Meski terdengar keren, keberadaannya juga memunculkan kekhawatiran.
Para ilmuwan sempat membahas kemungkinan mobil itu suatu hari bisa mendekati wahana antariksa atau membawa material dari Bumi ke lingkungan luar angkasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube/Calon Sarjana