Minggu, 14 JUNI 2026 • 18:00 WIB

BMKG Proyeksikan Puncak Musim Kemarau Terjadi Juli–September 2026, Ini Wilayah Terdampaknya

Author

Ilustrasi musim kemarau. (Freepik)

INDOZONE.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan bahwa puncak musim kemarau di tanah air akan berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026. 

Guna meminimalkan dampak buruknya, seluruh elemen masyarakat diimbau untuk segera melakukan langkah antisipasi demi menjaga ketahanan pasokan air bersih, stabilitas kesehatan, serta kelangsungan berbagai sektor produktif yang rentan terdampak. 

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa sebaran puncak kemarau ini akan terjadi secara bertahap. 

Pada bulan Juli, kondisi tersebut diperkirakan bakal melanda 83 Zona Musim (ZOM) atau setara dengan 12,26 persen wilayah daratan Indonesia. 

Baca juga: Musim Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Awal, Ini Penjelasan BMKG

Cakupannya kemudian akan meluas drastis pada bulan Agustus hingga mencapai 369 ZOM (48,84 persen luas daratan), sebelum akhirnya mulai menyusut menjadi 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) pada bulan September.

Pembagian Periode dan Wilayah

Wilayah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 meliputi:

  • Sebagian Sumatra.
  • Sebagian kecil Kalimantan dan Jawa.
  • Nusa Tenggara Timur bagian selatan.
  • Sulawesi Barat bagian utara.
  • Sulawesi Tengah bagian barat.
  • Sebagian kecil Maluku.
  • Papua Barat Daya bagian selatan.
  • Papua Barat bagian Tengah.
  • Papua bagian timur.

Kemudian pada bulan Agustus 2026, puncak musimkemarau terjadi:

  • Sumatra bagian tengah.
  • Sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat.
  • Sebagian Nusa Tenggara Timur.
  • Sebagian besar Kalimantan.
  • Sebagian Sulawesi.
  • Sebagian Maluku dan Maluku Utara.
  • Sebagian besar Pulau Papua.

Sebanyak 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) memasuki puncak kemarau pada September 2026, yaitu:

  • Kepulauan Bangka Belitung.
  • Sebagian besar Sumatra Selatan dan Lampung.
  • Sebagian kecil Jawa.
  • Sebagian besar Nusa Tenggara Timur.
  • Kalimantan bagian selatan.
  • Sebagian besar Sulawesi.
  • Sebagian besar Maluku Utara.
  • Sebagian Maluku.
  • Papua Pegunungan bagian tengah.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan, berdasarkan pantauan BMKG hingga akhir Mei 2026, sebanyak 200 ZOM (11,83 persen luas daratan) sudah memasuki musim kemarau. Wilayah yang sudah mengalami kemarau di antaranya:

  • Sebagian Sumatra.
  • Sebagian Jawa.
  • Sebagian besar Nusa Tenggara.
  • Kalimantan Tengah bagian timur.
  • Sebagian Sulawesi.
  • Sebagian Maluku.
  • Sebagian Papua.

Lebih lanjut, 198 ZOM (31,60 persen luas daratan) diperkirakan memasuki kemarau pada Juni, yaitu:

  • Sebagian besar Sumatra.
  • Kalimantan Barat.
  • Sebagian besar Banten.
  • DKI Jakarta bagian selatan.
  • Jawa Tengah bagian tengah dan barat.
  • Sebagian kecil Jawa Timur.
  • Kalimantan Barat bagian selatan.
  • Sebagian besar Kalimantan Tengah.
  • Kalimantan Selatan bagian tengah.
  • Sebagian besar Kalimantan Timur.
  • Sebagian Sulawesi.
  • Sebagian Maluku.
  • Sebagian Papua Barat.
  • Papua bagian timur.

Baca juga: Gerak Semu Tahunan Matahari: Fenomena Langit yang Diam-Diam Atur Musim di Bumi

Sebanyak 66 ZOM yang mencakup 7,28 persen wilayah Indonesia akan memasuki kemarau mulai Juli, yakni:

  • Jambi bagian barat.
  • Sebagian Kalimantan Timur.
  • Kalimantan Selatan bagian timur.
  • Sebagian besar Sulawesi.
  • Maluku Utara.
  • Sebagian Maluku.

Ardhasena memproyeksikan bahwa musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 ini akan berjalan jauh lebih kering dan memiliki durasi yang lebih panjang ketimbang rata-rata normalnya. 

Fenomena tersebut menuntut adanya langkah mitigasi dan penyesuaian yang lebih masif dari berbagai sektor, terlebih dengan adanya indikasi kemunculan potensi El Nino yang dapat memperparah kondisi kekeringan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BMKG

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU