Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 17:00 WIB

Ternyata Ini Perbedaan Imlek di Indonesia dan di China: Benarkah Dipengaruhi Musim dan Letak Geografis?

Ternyata Ini Perbedaan Imlek di Indonesia dan di China: Benarkah Dipengaruhi Musim dan Letak Geografis?Keluarga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek. (Freepik/ytlim168)

INDOZONE.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia memiliki sejumlah penyesuaian dibandingkan tradisi aslinya di Tiongkok

Ketua Pokdarwis sekaligus founder kawasan wisata Pecinan Glodok, NG Andre Hutama, menjelaskan bahwa perbedaan kondisi geografis dan budaya menjadi faktor utama munculnya variasi dalam tradisi Imlek di Tanah Air.

Menurut Andre, salah satu perbedaan mendasar terletak pada faktor musim. Di Tiongkok dikenal empat musim, sementara Indonesia hanya memiliki dua musim. 

Baca juga: Apakah Imlek Budaya Atau Kepercayaan Agama? Fakta yang Jarang DIketahui tentang Tahun Baru China

"Untuk perubahan atau modifikasi festival imlek dari yang di China atau juga Tiongkok dengan yang diadain di Indonesia, tentu saja ada beberapa perbedaan, karena di Tiongkok itu empat musim sedangkan di Indonesia hanya dua musim, tentu saja itu berbeda," ujar NG Andre Hutama saat diwawancara Indozone, Senin (16/2/2026).

Ternyata Ini Perbedaan Imlek di Indonesia dan di China: Benarkah Dipengaruhi Musim dan Letak Geografis?Ilustrasi Cap Go Meh. (Freepik )

Kondisi tersebut turut memengaruhi aspek kuliner yang hadir dalam perayaan Imlek. Ia mencontohkan penggunaan ikan bandeng yang kerap disajikan dalam perayaan Imlek di Indonesia sebagai simbol kemewahan. 

Sementara dalam tradisi Tiongkok, ikan yang umum digunakan adalah ikan mas. Bahkan di beberapa daerah Indonesia, masyarakat menyesuaikan dengan bahan yang tersedia, misalnya menggunakan ikan lele atau jenis ikan lokal lainnya.

Selain itu, Andre menjelaskan bahwa rangkaian perayaan Imlek secara tradisional berlangsung selama 15 hari dan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh. 

Di Indonesia, perayaan penutup ini memiliki ciri khas tersendiri, salah satunya melalui sajian lontong Cap Go Meh. Kuliner tersebut mencerminkan akulturasi budaya karena memadukan unsur tradisi Tionghoa dengan cita rasa lokal Nusantara dalam satu hidangan.

"Selain itu, perayaan imlek memang selama 2 minggu atau 15 hari di mana ujungnya itu adalah Cap Go Meh," kata Andre.

Baca juga: Makna dan Fungsi Barongsai dalam Perayaan Imlek, Lebih dari Sekadar Hiburan

"Nah, di Indonesia Cap Go Meh dirayakan menarik dengan adanya lontong cap go meh, sebuah sajian kuliner yang hanya ada di Indonesia, karena menggunakan beragam budaya yang beralkulturasi di dalam satu mangkuk lontong cap go meh ini," lanjutnya.

Andre menilai keberagaman bentuk perayaan ini justru menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang mampu mengadaptasi tradisi global tanpa kehilangan identitas lokal. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ternyata Ini Perbedaan Imlek di Indonesia dan di China: Benarkah Dipengaruhi Musim dan Letak Geografis?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!