INDOZONE.ID - Mata Horus dikenal dengan nama Wadjet atau Wedjat, simbol ini bukan sekadar dekorasi artistik di dinding piramida, melainkan sebuah jimat yang mengandung filosofi mendalam tentang perlindungan, kekuasaan, dan pemulihan.
Asal-Usul: Pertempuran Langit antara Horus dan Set
Horus adalah salah satu dewa tertua dan paling dihormati di Mesir, digambarkan sebagai manusia berkepala elang yang menguasai langit.
Dalam mitologinya, Horus terlibat pertempuran hebat dengan pamannya, Set, untuk membalaskan kematian ayahnya, Osiris, sekaligus memperebutkan takhta Mesir.
Baca juga: Sihir Heka: Mengapa Bangsa Mesir Kuno Menganggap Kata-kata Adalah Senjata Mematikan?
Dalam konfrontasi tersebut, mata kiri Horus, yang melambangkan Bulan, dicungkil dan dihancurkan oleh Set.
Namun, dewa kebijaksanaan Thoth berhasil memulihkan mata tersebut. Peristiwa "penyembuhan ilahi" inilah yang membuat Mata Horus menjadi simbol abadi bagi kesehatan, keutuhan, dan kemampuan untuk bangkit kembali dari kehancuran.
Fungsi Magis: Jimat Pelindung Dunia dan Akhirat
Bagi masyarakat Mesir Kuno, Mata Horus memiliki peran krusial dalam kehidupan sehari-hari maupun ritual kematian:
- Perisai Firaun: Firaun dianggap sebagai titisan Horus di bumi. Menggunakan simbol ini adalah cara raja menegaskan kekuasaan ilahi sekaligus perlindungan dari ancaman musuh.
- Kunci Akhirat: Dalam ritual pemakaman, simbol ini sering diletakkan pada pembungkus mumi. Tujuannya adalah untuk membantu jiwa almarhum memulihkan kekuatan mereka di alam baka, sebagaimana mata Horus yang kembali pulih.
- Mata Horus dan Mata Ra: Mata Horus dan Mata Ra memliki perbedaan artian. Jika Mata Horus (kiri) melambangkan Bulan dan pemulihan, Mata Ra (kanan) melambangkan Matahari dan kekuatan destruktif dewa matahari untuk menghukum umat manusia.
Kaitan Unik dengan Matematika dan Sains Modern
Hal yang paling menarik dari Mata Horus adalah ketelitian strukturnya. Bangsa Mesir menggunakan enam bagian dari simbol ini sebagai sistem pecahan (heqat) untuk mengukur bahan pangan seperti gandum.
Baca juga: Menyingkap Rahasia Tahun Baru Bangsa Mesir: Dari Sungai Nil hingga Ritual Dewa
Setiap bagian mewakili indra manusia: penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, sentuhan, dan pikiran.
Menariknya, para peneliti modern dan ahli bedah saraf dari Mayo Clinic menemukan kemiripan mengejutkan antara bentuk desain Mata Horus dengan potongan melintang otak manusia.
Garis melingkar di bagian bawah simbol tersebut, misalnya, memiliki bentuk yang sangat mirip dengan jalur saraf tertentu di otak. Hal ini memicu diskusi luas mengenai seberapa dalam pemahaman anatomi yang telah dicapai oleh tabib Mesir ribuan tahun silam.
Baca juga: Mengenal Hatshepsut, Firaun Perempuan yang Terlupakan dari Peradaban Mesir Kuno
Meskipun ribuan tahun telah berlalu sejak kejayaan firaun, Mata Horus tetap bertahan sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan.
Hingga hari ini, banyak orang di seluruh dunia mengenakannya sebagai perhiasan atau azimat, membawa serta warisan sejarah tentang keberanian menghadapi kegelapan dan kekuatan untuk menjadi utuh kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Collector