Kamis, 12 MARET 2026 • 14:05 WIB

Mengapa Orang Dahulu Begitu Takut pada Gerhana Matahari? Ini Sejarah dan Mitos di Baliknya

Author

Ilustrasi Orang Dahulu Begitu Takut pada Gerhana Matahari (AI/Gemini)

INDOZONE.ID - Bagi masyarakat modern, gerhana matahari total adalah fenomena alam memukau yang dinanti-nanti.

Akan tetapi, pada ribuan tahun lalu, hilangnya cahaya matahari secara tiba-tiba merupakan peristiwa mencekam yang dianggap sebagai pesan kemarahan dari langit.

Lantas, mengapa orang dahulu begitu takut pada gerhana matahari? Simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: Menyelami Mitos dan Tradisi Gerhana Matahari di Berbagai Budaya: Dari Mitologi Hindu Hingga Mesir Kuno

Simbol Ketidaksetujuan Langit dan Penghenti Perang

Jauh sebelum adanya ilmu pengetahuan yang memberikan penjelasan logis, manusia menafsirkan gerhana sebagai pertanda akan datangnya bencana besar.

Melansir laman Time, Kamis (12/03/2026) pada tahun 585 SM, bangsa Lydia dan Medes yang sedang terlibat perang hebat seketika meletakkan senjata mereka saat langit berubah gelap.

Mereka percaya bahwa gerhana adalah tanda ketidaksetujuan surgawi terhadap pertumpahan darah yang mereka lakukan.

Baca juga: Sejarah Agrarische Wet 1870: Saat Tanah Hindia Belanda Dibuka untuk Investor Asing

Tidak hanya soal perang, penulis Romawi kuno, Plinius Tua, bahkan menghubungkan gerhana tahun 59 M dengan rentetan peristiwa kota-kota yang disambar petir. Bagi mereka, kegelapan tersebut adalah peringatan akan murka alam.

Kematian Tokoh Besar dan Wabah Penyakit

Ketakutan terhadap gerhana sering kali dikaitkan dengan nasib para penguasa. Kematian Raja Henry I pada tahun 1135 sempat dihubungkan dengan gerhana yang terjadi dua tahun sebelumnya. Bahkan, di lingkungan akademis seperti Universitas Harvard, sejarah mencatat kejadian kelam.

Pada tahun 1684, Presiden Harvard John Rogers meninggal tepat pada hari terjadinya gerhana matahari.

Meski saat itu ia berupaya meyakinkan publik bahwa pergeseran jadwal wisuda karena gerhana hanyalah masalah kenyamanan, kematiannya yang terjadi tepat saat matahari mulai muncul dari bayangan bulan justru memperkuat takhayul masyarakat saat itu.

Baca juga: Nasi Liwet Jadi Tradisi Penangkal Buto Ijo saat Gerhana Bulan, Benarkah?

Banyak orang di abad ke-17 juga meyakini bahwa gerhana matahari total tahun 1652 bertanggung jawab atas datangnya Wabah Besar serta Kebakaran Besar yang melanda London satu dekade kemudian.

Pergeseran dari Takhayul Menuju Sains

Meskipun diselimuti mitos, benih-benih pemikiran ilmiah mulai tumbuh sejak tahun 500 SM. Beberapa ilmuwan kuno mulai berani menyuarakan bahwa gerhana disebabkan oleh faktor alamiah, bukan supernatural.

  • Thales dari Miletus: Filsuf ini diklaim mampu memprediksi waktu terjadinya gerhana matahari total pertama kali dalam sejarah.

  • Aristoteles: Melalui pengamatan gerhana bulan, ia memperhatikan bayangan bulat Bumi dan berhasil menyimpulkan bahwa Bumi berbentuk bola.

  • Edmund Halley: Mematahkan Ketakutan dengan Data

Puncak kemenangan ilmu pengetahuan atas takhayul terjadi pada abad ke-18 melalui astronom legendaris, Edmund Halley.

Saat seorang matematikawan menerbitkan pamflet yang menyebut gerhana tahun 1715 sebagai pertanda kehancuran panen dan wabah, Halley muncul dengan pendekatan yang berbeda.

Baca juga: Fakta Ngawur Bulan Nabrak Bumi di Arktik, Proses Terjadi Gerhana Matahari Gak Begitu Loh

Berbekal teori gravitasi Isaac Newton, Halley memetakan jalur gerhana dan menjelaskan bahwa fenomena ini hanyalah peristiwa mekanis semesta.

Ia dengan tegas menulis bahwa gerhana bukanlah pertanda buruk bagi raja atau negara, melainkan sekadar kondisi di mana posisi Bulan menghalangi pandangan manusia menuju Matahari.

Kini, melalui pemahaman yang lebih baik, kita tidak lagi memandang gerhana dengan ketakutan, melainkan dengan rasa kagum akan keteraturan alam semesta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TIME

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU