INDOZONE.ID - Memasuki malam-malam terakhir Ramadhan 2026, keindahan tidak hanya hadir di bumi, tapi juga di langit malam kita.
Sejumlah fenomena astronomis siap memanjakan mata, bahkan bisa kamu saksikan secara telanjang tanpa perlu repot mencari teleskop.
Siap-siap untuk menyaksikan 'tarian' planet dan hujan meteor yang akan menghiasi langit di berbagai wilayah Indonesia.
Penasaran kapan waktunya? Yuk, intip jadwal lengkap fenomena langit spektakuler di penghujung Ramadhan 2026 di bawah ini!
Baca juga: Akhir Februari 2026, Langit Malam akan Dihiasi Enam Planet, Ini Lokasi dan Waktu Terbaik
1. Hujan Meteor Gamma Normid (14 Maret 2026)
Hujan meteor Gamma Normid adalah fenomena yang aktif sejak 25 Februari-28 Maret 2026. Puncak hujan meteor ini akan berlangsung pada 14 Maret 2026.
Ketika mencapai puncaknya, Gamma Normid diperkirakan menghasilkan 6 meteor per jam di kondisi langit yang benar-benar gelap tanpa awan dan polusi cahaya.
Berdasarkan data dari In-The-Sky.org, fenomena hujan meteor ini dapat diamati dari wilayah Indonesia dalam rentang waktu pukul 21.49 hingga 05.34 WIB.
Momentum puncak pengamatan disarankan pada pukul 04.00 WIB, yakni saat titik radian berada pada posisi optimal di atas cakrawala.
Pertunjukan langit Gamma Normid ini dapat dinikmati secara langsung tanpa memerlukan bantuan teleskop maupun peralatan optik lainnya.
2. Perihelion Komet 88P/Howell (18 Maret 2026)
Komet 88P/Howell dijadwalkan mencapai titik perihelion pada 18 Maret 2026. Dalam terminologi astronomi, perihelionmerupakan fase di mana komet berada pada jarak terdekat dengan Matahari dalam orbitnya, yang memicu penguapan es di permukaannya sehingga komet tampak lebih cemerlang.
Di wilayah Indonesia, fenomena ini dapat dipantau mulai pukul 03.29 WIB, yakni sekitar dua jam sebelum fajar. Namun, karena tingkat kecerlangannya yang masih tergolong rendah, pengamatan komet ini memerlukan bantuan teleskop karena sulit dideteksi hanya dengan mata telanjang.
3. Konjungsi Bulan dan Venus (20 Maret 2026)
Menjelang Lebaran 2026, Bulan akan berhadapan dengan Venus. Fenomena yang terjadi pada 20 Maret 2026 ini disebut dengan peristiwa konjungsi, pertemuan semu antarobjek astronomi di langit.
Dengan arti, saat memasuki fase konjungsi, Bulan dan Venus bakal tampak saling berdekatan apabila diamati dari Bumi.
Konjungsi antara Bulan dan Venus ini dapat Anda saksikan dalam jendela waktu pukul 18.15 hingga 19.05 WIB. Kedua objek langit tersebut dapat diamati secara langsung tanpa alat bantu optik.
Baca juga: Benda-benda Langit di Sekitar Kita: Dari Planet sampai Meteor yang Sering Disebut Bintang Jatuh
Dari perspektif Bumi, Bulan akan merepresentasikan fase sabit tipis yang sangat muda (sekitar 1 hari), berdampingan dengan Venus yang akan berpijar sebagai objek tercemerlang di langit malam.
Untuk hasil observasi maksimal, pastikan kamu berada di lokasi dengan cakrawala yang bersih dari awan serta minim polusi cahaya.
Penggunaan aplikasi peta langit digital seperti Stellariumatau Sky Map sangat direkomendasikan untuk membantu lokalisasi objek secara akurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: In-the-sky.org/