Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 01 FEBRUARI 2026 • 17:28 WIB

Daftar Fenomena Langit Februari: Dari Bulan Salju hingga Parade Enam Planet

Daftar Fenomena Langit Februari: Dari Bulan Salju hingga Parade Enam PlanetIlustrasi bulan. (unsplash/Tony Detroit)

INDOZONE.ID - Meskipun Februari merupakan bulan terpendek dalam kalender, durasinya tidak membatasi kemegahan fenomena langit yang tersaji. 

Bulan ini kita disambut oleh parade enam planet sekaligus, serta serangkaian konjungsi menarik antara Bulan dan berbagai objek langit lainnya. 

Bagi pengamat di Belahan Bumi Utara, kemunculan kembali inti Bima Sakti menjadi momen yang paling dinantikan. 

Dengan meningkatnya aktivitas matahari yang menjanjikan pertunjukan aurora, Februari memberikan alasan sempurna untuk sering-sering menatap ke langit, asalkan kamu membekali diri dengan jadwal dan lokasi pengamatan yang tepat.

Baca juga: Apakah di Bulan Terdapat Siang dan Malam? Ini Penjelasan Garis Terminator Bulan

1. Bulan Salju Purnama (1 Februari)

Februari ini, fenomena Bulan Purnama yang populer dengan sebutan Full Snow Moon akan mencapai puncak cahayanya pada 1 Februari sekitar pukul 5 sore ET. 

Walaupun tidak tergolong sebagai supermoon, kehadiran satelit alami bumi ini tetap menawarkan pemandangan yang memukau, terutama saat ia mulai muncul dari balik cakrawala sesaat setelah matahari terbenam.

Pada momen terbitnya tersebut, Bulan akan memberikan ilusi visual yang tampak lebih besar dengan rona oranye keemasan yang pekat. Sebutan "Bulan Salju" sendiri merujuk pada tradisi penanda musim yang menggambarkan lebatnya hujan salju di periode ini. 

Menariknya, puncak purnama ini hadir tepat sehari sebelum perayaan Groundhog Day pada 2 Februari, sebuah tradisi unik untuk meramal sisa durasi musim dingin melalui perilaku Punxsutawney Phil.

2. Puncak Hujan Meteor Alpha Centaurid (8 Februari)

Memasuki awal tahun, intensitas hujan meteor cenderung meredup, namun Februari tetap menyuguhkan atraksi langit yang menarik melalui fenomena Alpha Centaurids

Mencapai puncaknya pada 8 Februari, hujan meteor ini sebenarnya telah berlangsung sejak akhir Januari hingga 20 Februari. 

Meski tergolong sederhana dengan intensitas sekitar enam meteor per jam saat kondisi langit gelap gulita, fenomena ini tetap menjadi momen yang berharga bagi para pemburu benda langit.

Secara geografis, pertunjukan ini akan terlihat paling optimal bagi pengamat di Belahan Bumi Selatan. Namun, penduduk di wilayah selatan Belahan Bumi Utara, seperti California Selatan atau Meksiko, masih memiliki kesempatan untuk menangkap kilatan meteor yang melintas. 

Untuk mendapatkan pengalaman visual terbaik, kamu disarankan melakukan pengamatan setelah tengah malam dengan mengarahkan pandangan ke arah konstelasi Centaurus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: National Geographic

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Daftar Fenomena Langit Februari: Dari Bulan Salju hingga Parade Enam Planet

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!