Cold Case Tertua di Dunia: Detektif Modern Berhasil Bongkar Kasus Pembunuhan Berusia 430.000 Tahun
INDOZONE.ID - Sekelompok detektif modern alias tim ilmuan berhasil mengungkap dugaan kasus pembunuhan sekitar 430.000 tahun lalu.
Kasus ini bermula di kompleks gua Sima de los Huesos, Pegunungan Atapuerca, Spanyol Utara.
Di sanalah para arkeolog menemukan potongan tengkorak manusia purba yang kemudian dikenal sebagai Cranium 17.
Baca juga: Dua Kebohongan Sains Terbesar dalam Sejarah: Kasus Tengkorak Piltdown dan Suku Tasaday
Tengkorak itu tidak ditemukan dalam kondisi utuh. Para peneliti membutuhkan waktu hampir 20 tahun untuk menyusun kembali 52 pecahan tulang hingga membentuk satu kepala manusia purba yang utuh.
Ia diduga merupakan bagian dari kelompok manusia purba yang masih memiliki hubungan dengan nenek moyang Neanderthal.
Namun yang membuat para ilmuwan terdiam bukanlah usianya yang luar biasa tua. Melainkan dua lubang mencurigakan di bagian dahi, tepat di atas mata kiri.
Awalnya, mereka menduga kerusakan itu mungkin terjadi karena korban jatuh ke dalam lubang gua atau karena tekanan tanah selama ratusan ribu tahun. Akan tetapi, setelah diperiksa menggunakan CT-scan dan pemindaian 3D, hasilnya justru menunjukkan sesuatu yang berbeda.
Baca juga: Mengungkap Misteri Makam Misterius di Jalur Tengkorak Klemuk Kota Batu, Konon Muncul Arwah Nenek Tua
Retakan pada tengkorak itu ternyata bukan akibat kecelakaan. Bentuknya menunjukkan adanya dua pukulan keras yang datang dari benda yang sama, dengan arah yang sedikit berbeda. Artinya, pukulan itu kemungkinan dilakukan dengan sengaja dan terjadi saat korban masih hidup atau mendekati waktu kematiannya.
Dengan kata lain, ini bukan sekadar cedera. Ini adalah tanda kekerasan.
Para peneliti pun menyimpulkan bahwa temuan ini bisa menjadi bukti paling awal adanya pembunuhan dalam sejarah manusia.
Menariknya lagi, posisi tulang-belulang di dalam gua menunjukkan bahwa korban kemungkinan sudah meninggal sebelum tubuhnya berada di sana.
Baca juga: Jalur Gunung Tugel Banyumas: Mitos dan Keangkeran di Balik Jalur Tengkorak
Terdapat dugaan, jasadnya dibawa dan diletakkan di dalam gua oleh anggota kelompoknya sendiri. Jika benar, ini juga bisa menjadi salah satu bukti awal praktik penguburan dalam sejarah manusia.
Jadi, di satu tempat yang sama, para ilmuwan menemukan dua sisi kehidupan manusia purba, kekerasan dan kepedulian terhadap sesama.
Kasus ini memang tidak akan pernah dibawa ke pengadilan. Tidak ada nama pelaku yang bisa disebut.
Berkat teknologi modern, sebuah misteri yang terkubur selama ratusan ribu tahun akhirnya mulai terkuak.
Dan dunia pun kini mengenal satu hal yang mengejutkan: pembunuhan bukanlah fenomena baru dalam sejarah manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Popular Archaeology