Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 14:36 WIB

Kenapa Hal yang Belum Selesai Selalu Menghantui Pikiran? Mengenal Efek Zeigarnik

Author

Ilustrasi Efek Zeigarnik (Freepik)

INDOZONE.ID - Terkadang hal yang belum selesai selalu menghantui pikiran kita. Saat mencoba fokus pada kegiatan lain, tiba-tiba projek pekerjaan, tugas sekolah, atau bahkan sisa episode serial favorit muncul kembali dalam kepala, seolah memaksa kita untuk menyelesaikannya.

Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan apa yang dikenal dalam psikologi sebagai Efek Zeigarnik.

Hal tersebut adalah kecenderungan otak manusia untuk menciptakan lingkaran terbuka (open loops) yang membuat kita lebih mudah mengingat tugas yang menggantung dibandingkan yang sudah rampung.

Baca juga: Fakta Mengerikan Narkoba Zombie Xylazine, Efek Samping Daging Sendiri Jadi Busuk

Asal-Usul: Terinspirasi dari Pelayan Restoran

Melansir laman Thoughtco (11/02/2026) efek ini pertama kali diamati oleh psikolog asal Rusia, Bluma Zeigarnik, pada tahun 1920 an. 

Saat itu, ia memperhatikan fenomena unik di sebuah restoran di Wina: para pelayan mampu mengingat detail pesanan yang rumit selama makanan belum diantarkan. 

Namun, begitu tagihan dibayar dan pesanan selesai, ingatan mereka tentang detail tersebut langsung hilang.

Baca juga: Pelajari Efek Radiasi, NASA Berencana Mengirimkan Tubuh Wanita Buatan ke Bulan

Penasaran, Zeigarnik melakukan eksperimen laboratorium. Ia menemukan bahwa ketika seseorang memulai sebuah tugas, otak menciptakan sebuah "tegangan psikologis" (psychic tension).

Tegangan tersebut tetap ada selama tugas belum selesai, menjaga informasi tersebut tetap "segar" dan aktif di memori kita.

Begitu tugas telah usai, tegangan tersebut terlepas, dan otak pun "menghapus" informasinya untuk menghemat energi kognitif.

Bukti Ilmiah dan Dukungan Penelitian

Penelitian selanjutnya memperkuat temuan ini. John Baddeley menemukan bahwa peserta lebih mampu mengingat kata-kata dari teka-teki yang gagal mereka selesaikan.

Begitu juga studi dari Kenneth McGraw dan Jirina Fiala, yang menunjukkan bahwa manusia memiliki dorongan internal untuk menyelesaikan tugas yang terputus, bahkan jika imbalan eksperimennya sudah berakhir.

Baca juga: Proses Ajaib Otak Saat Melupakan Sakit Hati

Namun, kekuatan efek ini tetap dipengaruhi oleh faktor subjektif, seperti seberapa besar motivasi kita terhadap tugas tersebut, tingkat kesulitan, serta kondisi fisik seperti kelelahan.

Efek Zeigarnik dalam Kehidupan Sehari-hari

Fenomena ini adalah alasan mengapa industri hiburan sangat menyukai teknik cliffhanger. Saat sebuah episode serial TV berakhir di momen yang paling tegang, otak kita terjebak dalam Efek Zeigarnik.

Kita merasa "haus" akan penyelesaian, yang akhirnya mendorong kita untuk melakukan binge-watching (menonton terus-menerus).

Baca juga: Benarkah Manusia Hanya Menggunakan 10 Persen Otaknya?

Efek Zeigarnik mengingatkan kita bahwa otak manusia pada dasarnya membenci ketidaktuntasan. 

Dengan memahami cara kerja "tegangan psikologis" ini, kita bisa berhenti merasa tersiksa oleh pikiran yang menghantui dan mulai menjadikannya alat untuk lebih produktif, lebih cerdas dalam belajar, dan lebih tenang dalam mengatur beban mental.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Thoughtco.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU