Ilustrasi Dapat Validasi (Freepik)
INDOZONE.ID - Efek Barnum merupakan fenomena psikologis. Pernahkah kalian merasa ramalan zodiak, tes kepribadian online, atau ramalan kartu tarot terasa sangat akurat sampai kalian bisa menyebut "gue banget".
Nah, fenomena di balik perasaan itu dikenal dalam psikologi sebagai Efek Barnum, atau sering disebut Efek Forer.
Melansir laman Ebsco (11/02/2026) Efek Barnum terjadi ketika seseorang menganggap pernyataan yang sangat umum dan samar sebagai deskripsi personal yang unik untuk dirinya sendiri.
Baca juga: P.T. Barnum Rela Melakukan Apa Saja Untuk Membodohi Orang
Fenomena ini bekerja lebih kuat jika pernyataan tersebut bersifat positif dan berasal dari sumber yang dianggap memiliki otoritas.
Contoh klasiknya adalah kalimat,
"Kamu adalah orang yang senang bersosialisasi, namun di waktu tertentu kamu sangat membutuhkan privasi untuk merenung."
Kalimat ini terdengar mendalam dan spesifik, padahal sebenarnya kalimat itu hampir berlaku bagi semua orang. Hal ini disebut sebagai Pernyataan Barnum.
Baca juga: Studi: Orang Berpenghasilan Tinggi Memiliki Perasaan Bangga dan Percaya Diri!
Kita cenderung melakukan "validasi subjektif". Otak kita secara otomatis mencari kecocokan antara pengalaman hidup dengan pernyataan umum tersebut, sambil mengabaikan bagian yang tidak cocok.
Melansir laman yang sama, nama fenomena Barnum diambil dari P.T. Barnum, seorang pengusaha pertunjukan legendaris asal Amerika yang dikenal dengan prinsip bahwa sebuah pertunjukan harus memiliki "sesuatu untuk semua orang."
Namun, secara ilmiah, fenomena ini pertama kali diteliti oleh psikolog Bertram R. Forer pada tahun 1948.
Dalam eksperimennya, Forer memberikan tes kepribadian kepada mahasiswanya. Bukannya memeriksa jawaban mereka, Forer justru memberikan hasil evaluasi yang identik kepada setiap mahasiswa, yang isinya diambil dari kolom horoskop.
Baca juga: Mengenal Baterai Baghdad, Artefak Purba yang Diduga Penghasil Listrik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ebsco-com