Sabtu, 31 JANUARI 2026 • 14:52 WIB

Apakah di Bulan Terdapat Siang dan Malam? Ini Penjelasan Garis Terminator Bulan

Author

Ilustrasi Garis Terminator Bulan (Freepik)

INDOZONE.ID - Garis terminator bulan adalah garis pemisah yang menandai batas antara siang dan malam di bulan. Garis ini terkadang disebut zona senja, karena menandai tempat matahari terbit atau terbenam, sehingga lanskap bulan di sana berada dalam keadaan senja.

Di sepanjang garis terminator inilah kontras antara cahaya dan bayangan terlihat paling jelas, sehingga topografi bulan tampak lebih menonjol. 

Bulan memang mengalami siang dan malam, meskipun mekanismenya berbeda dengan Bumi. Perbedaan inilah yang membuat fenomena garis terminator bulan menjadi sangat menarik untuk diamati, khususnya oleh pengamat langit dan astronom amatir.

Baca juga: 10 Fenomena Astronomi di 2026: Ada Gerhana Bulan Total!

Pergerakan Garis Terminator Bulan

Melansir laman EarthSky, pergerakan garis terminator bulan berbeda dengan bayangan di Bumi yang bergerak cepat, garis terminator bulan bergerak sangat lambat melintasi permukaan bulan. Hal ini disebabkan oleh rotasi bulan yang jauh lebih pelan.

Satu hari penuh di bulan berlangsung sekitar 29,5 hari Bumi, sehingga peralihan dari siang ke malam terjadi secara bertahap.

Kecepatan pergerakan garis terminator bulan hanya sekitar 16 kilometer per jam. Angka ini terasa sangat lambat jika dibandingkan dengan Bumi, di mana garis siang dan malam melintas dengan kecepatan sekitar 1.600 kilometer per jam di wilayah khatulistiwa.

Baca juga: Fenomena Bulan Purnama Mikro Biru Akan Hiasi Langit 31 Mei 2026

Tidak heran jika perubahan posisi garis terminator di bulan bisa diamati hanya dalam hitungan jam melalui teleskop.

Hubungan Garis Terminator dan Fase Bulan

Jika diamati dari Bumi, Garis terminator bulan berperan penting dalam membentuk fase-fase bulan yang kita kenal.

Saat bulan bergerak mengelilingi Bumi, posisi garis terminator berubah, menciptakan fase bulan sabit, kuartal pertama, bulan cembung, hingga bulan purnama.

Pada fase bulan purnama, garis terminator nyaris tidak terlihat karena seluruh sisi bulan yang menghadap Bumi diterangi Matahari. 

Baca juga: Selain Fenomena Cold Moon, Apa Lagi yang Terjadi di Bulan Desember 2025?

Setelah itu, garis terminator kembali muncul dan membawa bulan melalui fase menyusut, mulai dari bulan cembung mengecil hingga bulan baru, saat permukaannya tampak gelap dari Bumi.

Menariknya, banyak astronom justru menganggap bulan purnama sebagai waktu yang kurang ideal untuk pengamatan. Cahaya bulan yang terlalu terang membuat detail permukaannya terlihat datar.

Sebaliknya, fase sabit dan setengah bulan justru menampilkan permukaan bulan dengan kontras terbaik berkat kehadiran Garis terminator bulan.

Dinding Lurus, Fenomena Populer di Garis Terminator

Salah satu fitur bulan yang paling terkenal saat dilewati garis terminator bulan adalah Dinding Lurus atau Rupes Recta. Fitur ini berupa patahan panjang yang berada di wilayah Mare Nubium, bagian selatan bulan.

Baca juga: Bukan Sekedar Menjurus ke Tanggal dan Bulan, Makna 212 Kini Jadi Simbol Khusus

Dinding Lurus hampir tidak terlihat ketika bulan disinari penuh. Namun, saat garis terminator melintas, bayangan tajam yang terbentuk membuat struktur ini tampak sangat jelas dan dramatis.

Pada waktu tertentu, pengamat bahkan bisa melihat fitur kecil di sekitarnya, seperti Rima Birt, yang sejajar dengan Dinding Lurus.

Kawah dan Pegunungan Tampak Lebih Dramatis

Tidak hanya Dinding Lurus, kawah-kawah besar seperti Copernicus dan Eratosthenes, serta jajaran pegunungan Montes Apenninus, terlihat jauh lebih menonjol saat dilewati garis terminator bulan. Perbedaan cahaya dan bayangan membuat ketinggian, kedalaman, dan tekstur permukaan bulan terlihat lebih nyata.

Baca juga: Tradisi Mitoni: Ritual Kehamilan Tujuh Bulan dalam Budaya Jawa

Inilah alasan mengapa banyak pengamat langit memilih waktu tertentu dalam fase bulan untuk mengamati detail permukaan satelit alami Bumi tersebut.

Garis Terminator Tidak Hanya Ada di Bulan

Fenomena garis pemisah antara siang dan malam tidak hanya dimiliki oleh bulan. Setiap planet atau satelit yang menerima cahaya dari Matahari juga memiliki garis terminator. Bumi, Mars, hingga planet seperti Venus dan Merkurius pun mengalaminya.

Misalnya planet Venus. Planet venus menunjukkan fase-fase mirip bulan yang dapat diamati menggunakan teleskop. Sementara Merkurius mengalami perbedaan suhu ekstrem di sepanjang garis terminatornya, akibat tidak memiliki atmosfer tebal untuk menahan panas.

Baca juga: Sentuhan Bulan Kuno yang Mengubah Wajah Planet Mars

Jadi, apakah di bulan terdapat siang dan malam? Jawabannya, ya. Bulan mengalami siang dan malam yang dipisahkan oleh garis terminator bulan, sebuah batas dinamis yang terus bergerak seiring rotasi dan orbit bulan.

Fenomena ini tidak hanya menjelaskan fase-fase bulan, tetapi juga menjadi kunci untuk mengamati keindahan dan detail permukaan bulan dengan lebih jelas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Earthsky.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU