Rabu, 14 JANUARI 2026 • 18:30 WIB

Fenomena Okultasi: Pernah Terjadi Pada Planet Saturnus di Tahun 2024 yang Sempat 'Hilang' di Balik Bulan

Author

Ilustrasi Fenomena Okultasi. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Kalau ingat kembali ke tahun 2024, ada satu fenomena langit yang sempat bikin warganet heboh yaitu Saturnus dikabarkan “menghilang”.

Banyak yang awalnya mengira ini cuma clickbait atau bahkan dikaitkan dengan hal-hal mistis. Padahal, yang sebenarnya terjadi waktu itu adalah fenomena astronomi bernama okultasi.

Fenomena ini ramai dibahas oleh pengamat langit, termasuk lewat kanal YouTube/Bima Nasution. Dalam pembahasan itu, ia menjelaskan dengan bahasa ringan, soal bagaimana Bulan bisa menutupi Saturnus dari pandangan Bumi.

Di tahun itu, Indonesia termasuk negara yang beruntung karena bisa menyaksikan langsung peristiwa langka ini, bahkan sampai dua kali dalam setahun.

Baca juga: 7 Fakta Unik dan Menarik Bulan Februari yang #KAMUHARUSTAU: Berkaitan dengan Ritual Pembersihan hingga Fenomena Angkasa

Apa itu Okultasi?

Di 2024, istilah okultasi mendadak sering muncul di linimasa. Sederhananya, okultasi adalah kondisi ketika satu benda langit “menghilang” karena tertutup benda langit lain yang terlihat lebih besar dari sudut pandang kita di Bumi.

Dalam kasus ini, Saturnus yang jaraknya super jauh dari Bumi tertutup oleh Bulan. Padahal, secara ukuran asli, Saturnus jauh lebih gede.

Cincinnya saja panjangnya bisa setara ratusan Bulan. Tapi karena Bulan jaraknya dekat, tampilannya di langit jadi kelihatan lebih besar.

Efeknya, Saturnus seolah lenyap. Bukan karena planet itu kabur atau rusak, tapi murni karena permainan jarak dan sudut pandang.

Kenapa Bulan Bisa Menutupi Saturnus

Penjelasan soal jarak ini sempat jadi pembahasan favorit di tahun 2024. Jarak Bulan ke Bumi cuma sekitar 384 ribu kilometer. Sementara Saturnus berada sekitar 1,2 miliar kilometer jauhnya. Jomplang banget.

Karena perbedaan jarak inilah Bulan terlihat lebih besar di langit, meski ukuran aslinya jauh lebih kecil dibanding Saturnus.

Fenomena ini mirip seperti gerhana Matahari, di mana Bulan bisa menutup Matahari meski Matahari jauh lebih besar.

Jadi, okultasi Saturnus sebenarnya bukan hal aneh, cuma jarang banget bisa kita lihat langsung.

Mirip Gerhana, Tapi Versi Planet

Banyak orang waktu itu menyebut okultasi Saturnus sebagai “gerhana planet”. Secara konsep, sebutan ini nggak sepenuhnya salah. Sama-sama soal benda langit yang saling menutupi.

Bedanya, gerhana biasanya melibatkan Matahari, Bulan, dan Bumi. Sementara okultasi bisa melibatkan planet atau bahkan bintang.

Di 2024, yang bikin okultasi Saturnus spesial tentu karena status Saturnus sebagai planet bercincin yang ikonik.

Walau cincinnya nggak kelihatan jelas pakai mata telanjang, sensasi melihat planet terkenal “hilang” tetap bikin pengalaman ini terasa istimewa.

Momen Okultasi Saturnus di Indonesia

Indonesia dapat jatah dua kali okultasi Saturnus sepanjang 2024. Peristiwa pertama terjadi pada 25 Juli 2024. Sayangnya, nggak semua wilayah bisa melihat okultasi penuh.

Waktu itu, jalur okultasi cuma melintas di bagian utara Pulau Sumatera. Di wilayah ini, Saturnus benar-benar tertutup Bulan selama kurang lebih 30 menit.

Planet itu kemudian muncul lagi sekitar pukul 03.35 WIB. Momen ini jadi buruan pengamat langit dan komunitas astronomi.

Baca juga: Ada 2 Fenomena Astronomi di Bulan Ramadhan 2024! Simak Selengkapnya di Sini!

Ilustrasi Fenomena Okultasi. (Foto: Freepik @Freepik)

Buat wilayah Indonesia lain yang nggak dilewati jalur okultasi, tenang saja. Mereka tetap bisa melihat fenomena konjungsi.

Saat itu, Bulan dan Saturnus tampak berdampingan di langit malam, kelihatan dekat banget, meski sebenarnya jaraknya tetap jauh.

Kesempatan kedua datang pada 8 Desember 2024. Kali ini lebih spesial karena seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya.

Banyak yang menyebutkan, momen ini sebagai penutup manis fenomena langit di tahun tersebut.

Cara Orang-orang Mengamati Waktu Itu

Salah satu hal seru dari okultasi Saturnus 2024 adalah kemudahannya untuk diamati. Banyak orang bisa melihatnya langsung tanpa alat bantu.

Tapi tentu saja, ekspektasi perlu realistis. Saturnus nggak terlihat sebesar di foto-foto NASA.

Dengan mata telanjang, planet ini cuma tampak seperti titik cahaya kecil, mirip bintang, yang perlahan mendekati Bulan, lalu menghilang. Sekitar setengah jam kemudian, titik cahaya itu muncul lagi dari sisi lain.

Buat yang punya teleskop, pengalamannya jelas beda. Beberapa pengamat bahkan sempat mengabadikan momen ini lewat astrofotografi, meski hasilnya sangat bergantung pada cuaca dan kualitas alat.

Kenapa Fenomena ini Disebut Langka?

Okultasi Saturnus yang bisa diamati dari Indonesia di 2024 termasuk peristiwa langka. Posisi Bulan, Bumi, dan Saturnus harus sejajar dengan sudut yang pas agar bisa terlihat dari wilayah tertentu.

Para astronom waktu itu menjelaskan bahwa setelah 2024, okultasi Saturnus yang melintasi Indonesia baru akan terulang lagi pada 2041.

Artinya, buat banyak orang, momen di 2024 jadi pengalaman yang mungkin cuma sekali seumur hidup.

Bukan Cuma Tontonan, Tapi jug Pelajaran

Di luar keseruannya, okultasi Saturnus 2024 juga punya nilai edukasi yang besar. Banyak orang yang awalnya nggak terlalu peduli soal astronomi jadi ikut penasaran dan mulai belajar soal tata surya.

Fenomena ini jadi pengingat bahwa kejadian langit yang kelihatannya dramatis sebenarnya punya penjelasan ilmiah yang sederhana.

Justru di situlah letak kerennya sains yang bikin kita paham tanpa menghilangkan rasa kagum.

Baca juga: Fenomena 80 Tahun Sekali, Bintang Ini Diprediksi akan Muncul dalam Waktu Dekat

Ilustrasi Fenomena Okultasi. (Foto: Freepik @Freepik)

Sekarang, ketika momen itu sudah jadi bagian dari cerita langit masa lalu, okultasi Saturnus 2024 tetap dikenang sebagai salah satu fenomena paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.

Saat planet bercincin itu sempat “menghilang” di balik Bulan, banyak orang dibuat berhenti sejenak, menatap langit, dan merasa kecil di tengah luasnya semesta.

Fenomena ini jadi bukti, alam semesta selalu punya cara unik buat bikin kita takjub, asal mau sedikit nengok ke atas dan menikmati momennya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU