Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 13:28 WIB

Cerita Lengkap Konspirasi Gunung Padang: Isu Piramida Tertua dalam Sejarah yang Gak Dipercaya Peneliti Dunia

Author

Situs Gunung Padang di Jawa Barat (ANTARA)

INDOZONE.ID - Gunung Padang di Jawa Barat selalu menjadi sumber teori konspirasi bidang arkeologi yang kerap menjadi sengketa sejarah.

Situs ini menjadi pusat perhatian dunia setelah klaim bahwa ada piramida tertua di dunia di balik situs tersebut yang diperkirakan berusia lebih dari 20.000 hingga 25.000 tahun. 

Klaim dari ahli geologi Indonesia

Klaim tersebut dikemukakan oleh ahli geologi Indonesia, Dr. Danny Hilman Natawidjaja, yang sejak lebih dari satu dekade terakhir meneliti struktur berlapis di area tersebut.

Dalam wawancaranya dalam laporan newsasiancurrent.com, Hilman menyatakan bahwa ia telah lama menghadapi penolakan dari akademisi arus utama.

Baca juga: Ada Batu Unik Zaman Megalitikum di Gunung Padang, Kalau Dipukul Bisa Bunyi Suara Gamelan!

“Orang-orang bilang saya gila,” ucap Hilman. “Mereka menertawakan saya. Mereka bilang, ‘Itu hanya bukit’. Namun menurutnya, data menunjukkan hal berbeda.”

Situs Gunung Padang di Jawa Barat. (Reedit)

Bukan Bukit Alami

Menurut Hilman, survei geofisika, pengeboran inti, dan penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa Gunung Padang bukanlah bukit alami, melainkan struktur konstruksi raksasa yang dibangun berlapis-lapis selama ribuan tahun.

“Data tidak bisa disangkal,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa lapisan terdalam diperkirakan berasal dari sekitar 20.000 SM, jauh sebelum teori sejarah konvensional menyebut adanya peradaban kompleks.

“Mungkin ini kunci bab yang hilang dari sejarah manusia,” katanya. “Mungkin kita lupa siapa diri kita.”

Baca juga: Cerita Lengkap Dosen Ghaib di UNNES yang Viral 8 Tahun Lalu, Pesan Aneh yang Bikin Merinding

Dikritik arkeolog internasional

Namun, klaim tersebut menuai penolakan keras di kalangan arkeolog internasional. Laporan The Guardian menyebut bahwa banyak peneliti menilai kesimpulan tersebut tidak didukung bukti yang memadai.

Flint Dibble, arkeolog dari Cardiff University, data yang disajikan tidak mendukung kesimpulan akhirnya. 

"Namun justru itu yang mendorong berita sensasional. Saya sangat terkejut makalah ini bisa diterbitkan dalam bentuk seperti itu.”

Arkeolog lain, Bill Farley dari Southern Connecticut State University, bahkan menyebut penelitian tersebut terlalu jauh menarik kesimpulan.

“Klaim ini membuat lompatan besar dari data yang pada terbaiknya hanya menarik. Argumennya sangat lemah dan saya rasa sangat wajar jika makalah ini sedang diselidiki.”

Menemukan karbon 40.000 tahun bukan berarti....

Situs Gunung Padang di Jawa Barat (ANTARA)

Salah satu kritik kunci menyatakan bahwa meskipun sampel sedimen di kedalaman memang berusia 16.000 hingga 27.000 tahun, tidak ada bukti langsung bahwa lapisan itu dibuat oleh manusia. Seperti yang dikatakan Dibble:

“Kalau kita mengebor tanah di bawah gedung Westminster lalu menemukan karbon berusia 40.000 tahun, itu tidak berarti gedungnya dibangun 40.000 tahun lalu.”

Kontroversi bertambah setelah diketahui bahwa makalah penelitian Hilman dibaca dan dikomentari oleh Graham Hancock, penulis kontroversial yang mengusung teori peradaban maju prasejarah. Sebagian ilmuwan menilai hal ini memperburuk kredibilitas penelitian.

Baca juga: Satanisme Terselubung di Kartun Anak? Ngomongin Teori Konspirasi di Balik Tontonan Favorit

Bill Farley menegaskan, “Teori yang mengatakan sekelompok orang bijak kuno mengajarkan semuanya justru merampas klaim bahwa masyarakat asli mengembangkan budaya mereka sendiri.”

Penelitian Dr. Hilman Perlu Ditindaklanjuti

Meski demikian, penelitian tidak berhenti. Pemindaian 3D terbaru menemukan adanya ruang bawah tanah dan struktur berlapis yang masih menunggu eksplorasi lebih lanjut. Beberapa peneliti internasional seperti Dr. Robert Schoch mendukung bahwa pendekatan geologi Hilman patut ditindaklanjuti.

Hilman menanggapi kritik dengan terbuka: “Klaim luar biasa membutuhkan bukti luar biasa. Mari kita gali, mari kita uji. Tinggalkan ego.”

Proyek yang dihentikan

Ada teori yang beredar di media sosial tentang proyek penelitian yang sudah masuk ke pemerintahan tiba-tiba dihentikan. Dalam sebuah podcast dari influencer Amerika Serikat, ada kesaksian yang mengungkapkan bahwa penelitian terhenti karena adanya tekanan politik dan opini publik yang negatif terhadap situs ini. 

Menurutnya, ada kekhawatiran bahwa temuan di situs ini bisa mempengaruhi narasi sejarah yang ada dan menimbulkan kontroversi.

Baca juga: Kisah Mistis Gunung Padang, Benarkah Jadi Piramida Tertua di Dunia dari Cianjur?

Beberapa rumor juga dihembuskan dari kolom komentar yang mengantarkan bahwa pihak dari Amerika Serikat seolah menekan penelitian itu sehingga dihentikan.

Rahasia yang tersembunyi

Perdebatan tentang Gunung Padang kini bukan hanya soal usia batu, tetapi tentang siapa yang berhak menulis sejarah manusia.

Apakah Gunung Padang benar piramida kuno dari Zaman Es, atau hanya bukit vulkanik yang kemudian dimodifikasi pada masa lebih muda?

Jawabannya masih menunggu bukti berikutnya. Yang jelas, dunia kini memperhatikan Indonesia dengan seksama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian, Newsasiancurrent

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU