ilustrasi Krionika atau dalam bahasa internasional dikenal sebagai cryonics (IMDb)
INDOZONE.ID - Ketika kamu mendengar kata krionika, apa yang langsung terlintas di pikiran?
Mungkin hal-hal seperti The Matrix, Avengers, atau pembekuan tubuh manusia yang bisa bikin kamu hidup lagi di masa depan.
Fenomena yang satu ini memang sering terdengar aneh, mistis, atau bahkan seperti fiksi ilmiah, tapi nyatanya, krionika adalah konsep nyata yang sudah dipraktikkan oleh beberapa orang di dunia.
Krionika (atau dalam bahasa internasional dikenal sebagai cryonics) adalah proses ilmiah yang secara ekstrim membekukan tubuh manusia setelah kematian.
Tujuannya agar suatu hari di masa depan tubuh itu dibangkitkan kembali ketika teknologi medis sudah lebih maju.
Baca juga: Hutan 'Migrasi' ke Utara Bukan Kabar Baik, Tanda Ekosistem Kian Tertekan
Belakangan ini, krionika sering banget jadi bahan obrolan dan perdebatan di dunia sains dan teknologi.
Ada yang penasaran, ada juga yang skeptis. Tapi sebenarnya, krionika itu apa sih? Gimana prosesnya sampai orang bisa “diawetkan” setelah meninggal?
Dan kenapa ada yang rela keluar uang puluhan ribu dolar demi layanan ini?. Yuk kita bahas dari awal.
Kalau dijelasin dengan cara yang simpel, krionika itu adalah proses membekukan tubuh manusia di suhu yang sangat rendah setelah seseorang dinyatakan meninggal secara klinis.
Tujuannya? Dengan harapan suatu hari nanti, ketika ilmu pengetahuan sudah jauh lebih maju, tubuh itu bisa “dihidupkan” kembali atau setidaknya disembuhkan dari penyakit yang dulu belum ada obatnya.
Baca juga: Kata-Kata yang Terdengar 'Setelah Mati': Penjelasan Ilmiah dari Dokter ICU
Dalam praktiknya, tubuh atau kadang cuma otaknya saja, disimpan dalam kondisi super dingin supaya kerusakan sel dan jaringan bisa berhenti hampir sepenuhnya.
Ini jelas bukan sekadar dimasukkan ke freezer biasa. Ada teknologi khusus yang dipakai untuk menjaga suhu ekstrem dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber