Ilustrasi kembang api di malam tahun baru. (Pixabay/nickgesell)
INDOZONE.ID - Beberapa hari lagi, kita akan menyambut Tahun Baru 2026. Namun, pernahkah terpikir mengapa perayaan Tahun Baru selalu jatuh pada tanggal 1 Januari, bukan pada tanggal lain?
Meski berbagai budaya dan agama di dunia memiliki penanggalan serta hari tahun baru yang berbeda, mayoritas negara saat ini menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun. Penetapan tanggal tersebut memiliki latar belakang sejarah yang panjang.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Tsunami tapi Selamat Menurut Islam, Pertanda Baik?
Awal mula tradisi ini berakar dari kebiasaan masyarakat Romawi Kuno yang memuliakan Janus, dewa permulaan, gerbang, transisi, waktu, dan perubahan.
Janus digambarkan memiliki dua wajah yang saling berlawanan, satu menghadap ke masa lalu dan satu lagi menatap ke masa depan. Dari nama Janus inilah kemudian lahir nama bulan Januari.
Dewa Janus dalam koin Romawi (britannica.com)
Baca juga: 7 Zodiak yang Mudah Pacaran dan Cepat Dapat Pasangan, Kamu Termasuk?
Makna simbolis Janus sangat erat dengan pergantian tahun. Pada tanggal 1 Januari, manusia seolah diajak untuk menoleh ke belakang, merefleksikan tahun yang telah berlalu, sekaligus menatap ke depan dengan harapan baru untuk masa yang akan datang.
Dalam tradisi Romawi, perayaan Tahun Baru juga diisi dengan pembuatan janji kepada Janus. Kebiasaan ini diyakini sebagai cikal bakal tradisi resolusi Tahun Baru yang dikenal hingga kini.
Pada hari tersebut, masyarakat Romawi saling bertukar doa dan harapan baik. Itulah sebabnya tanggal 1 Januari kemudian ditetapkan sebagai awal Tahun Baru.
Baca juga: 6 Zodiak Paling Banyak Harta di 2026, Siap-siap Beli Aset Baru Nih!
Perlu diingat, perayaan Tahun Baru pada tanggal 1 Januari ini memang sejatinya merupakan kesepakatan manusia dan bersifat sipil. Penetapannya tidak didasarkan pada penanda alam atau perubahan musim tertentu, melainkan pada tradisi dan keputusan sosial yang berkembang sejak zaman Romawi hingga kini. Namun, dengan mengetahui asal-usulnya, perayaan Tahun Baru bukan sekadar tradisi, tetapi juga menyimpan fakta sejarah yang menarik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica