Rabu, 08 APRIL 2026 • 19:08 WIB

Kisah Rachael Watts: Gadis yang Menangkap Seorang Pembunuh

Author

Rachael Watts (Facebook)

INDOZONE.ID - Sebagai seorang anak kecil, Rachael Watts mengalami kejadian mengerikan ketika ia diculik dan diserang oleh Russell Bishop.

Keberanian Rachael kemudian memainkan peran penting pop membawa keadilan bagi para korbannya.

Kasus “Babes in the Wood”

Empat tahun sebelum penculikan Rachael, kejahatan mengerikan terjadi di kota asalnya, Brighton. Pada 9 Oktober 1986, dua sahabat berusia sembilan tahun,

Nicola Fellows dan Karen Hadaway, pergi bermain sekitar pukul 15.30. Ketika mereka tidak kembali hingga malam, keluarga mereka melapor ke polisi.

Baca juga: Kisah Stephanie Lazarus, Detektif Kepolisian yang Ternyata Menjadi Pembunuh Berdarah Dingin

Pencarian besar-besaran dilakukan oleh sekitar 200 orang, termasuk Russell Bishop sendiri, yang mengaku anjingnya adalah pelacak terlatih.

Tak lama kemudian, dua jenazah kecil ditemukan di sebuah tempat tersembunyi di Wild Park. Kedua anak tersebut telah diperkosa, dicekik hingga meninggal, dan dibuang secara brutal.

Russell Bishop sebagai tersangka

Bishop segera menjadi tersangka utama karena keterlibatannya yang mencurigakan dalam pencarian. Ia bahkan orang pertama yang “menemukan” tubuh korban.

Seorang polisi mengingat bagaimana Bishop berlari dramatis ke lokasi, meskipun sebenarnya ia tidak cukup dekat untuk mengenali korban.

Selain itu, pernyataannya sering berubah-ubah dan tidak konsisten. Ia tidak bisa memastikan keberadaannya saat kejadian maupun siapa yang bersamanya.

Baca juga: Jejak 3 Abad di Jantung Manado: Kisah Gereja Sentrum yang Pernah Dibombardir di Perang Dunia II

Meskipun akhirnya ditangkap, Bishop dibebaskan karena kesalahan fatal dalam penyelidikan: bukti forensik tidak ditangani dengan baik, suhu tidak dicatat, dan kesaksian pacarnya berubah-ubah di pengadilan.

Akibatnya, pelaku pembunuhan tersebut lolos dari hukuman selama bertahun-tahun.

Penculikan Rachael Watts

Beberapa tahun kemudian, Bishop kembali melakukan kejahatan—kali ini terhadap Rachael Watts yang baru berusia tujuh tahun. Pada 4 Februari 1990, Rachael sedang bermain sepatu roda di sekitar tempat tinggalnya. Ayahnya menyuruhnya membeli permen di toko terdekat.

Namun, toko itu tutup. Saat mencoba kembali ke rumah, Rachael tersesat karena keluarganya baru pindah dan ia belum familiar dengan lingkungan tersebut. Dalam kebingungan, ia bertemu seorang pria berusia 23 tahun yang tampak tidak berbahaya—Russell Bishop.

Rachael kemudian menceritakan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Ia tiba-tiba disergap, diangkat, dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

Meskipun panik, Rachael tetap berpikir jernih. Ia melepas sepatu rodanya agar bisa berlari jika ada kesempatan, dan bahkan mencoba membuat lubang agar teriakannya bisa terdengar.

Namun, sebagai anak kecil, ia tidak mampu melawan pria dewasa. Bishop membawanya ke Devil’s Dyke, sebuah tempat wisata alam, lalu memperkosanya dan mencekiknya.

Baca juga: Kisah Catherine dari Braganza: Putri Portugal yang Membawa Tradisi Teh ke Inggris

Ditinggalkan untuk mati

Setelah melakukan kejahatan keji tersebut, Bishop meninggalkan Rachael dalam kondisi telanjang dan sekarat. Namun, di luar dugaan, Rachael selamat. Sekitar 20 menit kemudian, ia sadar dan dengan kondisi lemah berusaha mencari bantuan.

Akhirnya, sepasang orang menemukannya dan segera membawa Rachael ke tempat aman serta menghubungi polisi. Dalam hari-hari berikutnya, Rachael dan keluarganya mengalami trauma berat. Ia harus menjalani berbagai pemeriksaan dan wawancara.

Meski ketakutan, Rachael menunjukkan keberanian luar biasa. Ia bekerja sama sepenuhnya dengan polisi dan membantu mengidentifikasi pelaku. Karena keteguhannya, ia dijuluki “Gadis Paling Berani di Inggris.”

Keadilan yang tertunda

Kasus Rachael menjadi titik penting dalam menjatuhkan Bishop. Meskipun ia sempat lolos dari hukuman atas pembunuhan “Babes in the Wood”, bukti dan kesaksian dari Rachael akhirnya membantu mengungkap kebenaran.

Baca juga: Kisah Mbak Boncolono: Robin Hood Asal Kediri yang Punya Ilmu Rawaronteki Lawan Penjajahan Belanda

Bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada 2018, Bishop akhirnya dinyatakan bersalah atas pembunuhan Nicola Fellows dan Karen Hadaway—32 tahun setelah kejahatan itu terjadi. Dengan demikian, keadilan akhirnya ditegakkan.

Kisah ini bukan hanya tentang kejahatan yang mengerikan, tetapi juga tentang keberanian luar biasa seorang anak kecil. Rachael Watts, yang seharusnya menjadi korban yang tak berdaya, justru menjadi saksi kunci yang membantu menghukum pelaku kejahatan.

Keberaniannya dalam menghadapi trauma, bekerja sama dengan penyelidik, dan tetap bertahan hidup menjadikannya simbol ketangguhan. Tanpa perannya, kemungkinan besar Russell Bishop tidak akan pernah dimintai pertanggungjawaban atas semua kejahatannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Crimeinvestigation.co.uk

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU