INDOZONE.ID - Thailand lagi-lagi dihebohkan dengan insiden penembakan massal. Mirisnya, kali ini penembakan dilakukan oleh remaja yang masih berusia 14 tahun.
Penembakan massal yang dilakukan di mal Siam Paragon, Bangkok pada Selasa (3/10/2023) itu menewaskan sedikitnya dua warga asing asal Myanmar dan China. Selain itu, insiden ini melukai lima orang lainnya, yang terdiri dari warga China, Laos, dan warga setempat.
Tampaknya, seringnya insiden penembakan yang terjadi di kalangan sipil Thailand bukan hal yang mengherankan mengingat negeri Gajah Putih menjadi salah satu negara dengan kepemilikan senjata oleh sipil tertinggi di Asia.
Baca Juga: Sederet Fakta Menarik Poseidon, Dewa Mitologi Yunani Sang Penguasa Lautan
Seperti dilansir Bangkok Post, menurut laporan World Population Review, kepemilikan senjata api, baik dari sipil, militer, maupun penegak hukum, mencapai 10,3 juta senjata.
Dari jumlah tersebut, tingkat kepemilikan senjata oleh sipil, yakni 15,10 per 100 orang. Ini menjadi yang tertinggi di ASEAN dan kedua di Asia setelah Pakistan.
Data tersebut selaras dengan angka kematian akibat senjata api di Thailand yang mencapai 2.804 kasus, menjadi salah satu yang tertinggi di ASEAN.
Dalam beberapa tahun belakangan ini, sering terjadi insiden penembakan di kalangan sipil yang terjadi di Thailand.
Berikut 5 insiden penembakan yang terjadi Thailand dalam beberapa tahun belakangan terakhir, yang dihimpun Indozone dari berbagai sumber.
Pada Februari 2020, seorang perwira militer melakukan penembakan massal secara acak di sebuah pusat perbelanjaan di provinsi Nakhon Ratchasima.
Insiden itu menewaskan sebanyak 30 orang dan 58 lainnya mengalami luka-luka, dari ringan hingga berat
Mudahnya kepemilikan senjata oleh masyarakat sipil membuat bentrokan antar geng remaja di Thailand pun menjadikan senjata api sebagai alat penyerangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber