Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 05 NOVEMBER 2024 • 12:16 WIB

Mengenal Tradisi Seijin No Hi, Upacara Kedewasaan pada Masyarakat Jepang Saat Masuk Usia Matang

Mengenal Tradisi Seijin No Hi, Upacara Kedewasaan pada Masyarakat Jepang Saat Masuk Usia MatangTradisi Seijin No Hi dari Jepang. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Di Indonesia tentu kita tidak asing dengan perayaan sweat seventeen, perayaan ini dilakukan pada saat para remaja menginjak usia tujuh belas tahun dengan mengadakan pesta bersama teman sebayanya.

Mirip dengan tradisi tersebut, dalam kebudayaan Masyarakat jepang terdapat perayaan dimana para remaja yang memasuki usia tertentu berkumpul untuk mengadakan perayaan atau yang biasa dikenal dengan Seijin No Hi.

upacara ini pada awalnya merupakan tradisi bangsawan dari periode Nara untuk merayakan para anak bangsawan yang sudah mencapai usia matang, kemudian tradisi ini diresmikan menjadi hari libur nasional dan diselenggarakan untuk umum sejak tahun 1948.

Dalam tradisi Seijin No Hi para remaja yang memasuki usia dua puluh tahun dianggap sudah memasuki usia kedewasaannya sesuai standar warga jepang sehingga tradisi ini juga dikenal sebagai upacara kedewasaan.

Baca Juga: Kisah Pembangunan Benteng-Benteng Kokoh di Jepang: Dari Ancaman Tang hingga Invasi Korea

Upacara ini biasa diselenggarakan oleh masyarakat jepang di kantor prefektur daerah masing masing, setiap senin kedua pada bulan Januari.

Para remaja yang menghadiri upacara kedewasaan ini sering kali memakai baju baju tradisional jepang dimana para perempuan mengenakan Furisode yakni kimono lengan panjang yang biasa digunakan oleh wanita jepang yang belum menikah, serta para laki laki mengenakan Hakama, yakni pakaian dengan tujuh lipatan yang diikat dari pinggang dan jatuh di pergelangan kaki.

Selain pakaian tradisional, remaja laki laki juga sering kali terlihat mengenakan pakaian setelan jas lengkap dengan dasi karna dianggap lebih modern.

Makna upacara

Pada upacara Seijin No Hi yang dilakukan bangsawan Jepang pada zaman dahulu sering memperlihatkan tindakan simbolis seperti mengganti jubah dan gaya rambut sehingga menandakan adanya transisi menuju usia dewasa.

Baca Juga: Amaterasu, sang Dewi Matahari yang Keturunannya Bentuk Kekaisaran Jepang

sedangkan pada masa modern penyelenggaraan tradisi Seijin No Hi memiliki makna bahwa menjadi dewasa berarti mengemban peran dan tanggung jawab yang lebih besar atas segala bentuk tingkah laku sebagai orang dewasa dengan memikirkan segala konsekuensinya.

Mengenal Tradisi Seijin No Hi, Upacara Kedewasaan pada Masyarakat Jepang Saat Masuk Usia MatangBanner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Academia.edu

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Tradisi Seijin No Hi, Upacara Kedewasaan pada Masyarakat Jepang Saat Masuk Usia Matang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!