Sekhmet: Dewi Berkepala Singa yang Hampir Memusnahkan Seluruh Umat Manusia (ancientegyptonline)
INDOZONE.ID - Dalam mitologi Mesir kuno, nama Sekhmet selalu dikaitkan dengan kekuatan yang dahsyat.
Ia bukan hanya dewi perang dan wabah, tetapi juga pelindung keseimbangan kosmis. Sosoknya yang berkepala singa menjadi simbol amarah matahari sekaligus penjaga keadilan.
Baca juga: Mengenal Dionysus: Dewa Pesta Yunani yang Ternyata Menyimpan Kegilaan Mengerikan
Sekhmet termasuk salah satu dewa tertua dalam kepercayaan Mesir. Namanya berasal dari kata “sekhem” yang berarti kekuatan atau kekuasaan, sehingga ia kerap dimaknai sebagai “Yang Maha Perkasa”.
Ia digambarkan sebagai perempuan berkepala singa, kadang dengan cakram matahari di atas kepalanya.
Dalam patung duduk, Sekhmet memegang ankh sebagai lambang kehidupan. Sementara saat berdiri, ia biasanya membawa tongkat papirus yang melambangkan wilayah Mesir Hilir.
Sekhmet dikenal sebagai dewi panas terik matahari siang, bahkan dijuluki “Nesert” atau api. Namun di balik sosoknya yang menakutkan, ia juga dipercaya mampu mencegah wabah dan menyembuhkan penyakit. Para pendetanya terkenal sebagai tabib terampil. Karena itu, ia memiliki dua sisi: dewi teror sekaligus dewi kehidupan.
Baca juga: 11 Dewa Mitologi Mesir: Dari Penguasa Matahari hingga Sang Pembuat Kekacauan
Sekhmet sangat erat kaitannya dengan Ra, dewa matahari. Dalam mitos, Ra murka karena manusia tidak lagi menaati hukum dan gagal menjaga Ma’at, prinsip keseimbangan dan keadilan.
Sebagai hukuman, Ra mengirim wujud putrinya yang dikenal sebagai “Mata Ra” ke bumi. Wujud itu adalah Sekhmet.
Dalam amarahnya, Sekhmet berubah menjadi kekuatan penghancur. Ia membantai manusia tanpa belas kasihan hingga tanah dipenuhi darah.
Baca juga: Kisah Hades dalam Mitologi Yunani yang Menjadi Kuat Ditempa Dasar Tergelap
Namun Ra menyesali keputusan tersebut. Ia ingin menghentikan amukan itu, tetapi Sekhmet sudah tenggelam dalam nafsu darah.
Untuk menyelamatkan umat manusia, Ra menuangkan ribuan kendi bir yang dicampur jus delima hingga berwarna merah seperti darah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ancientegyptonline