Rabu, 28 MEI 2025 • 19:20 WIB

Kisah Mistis Tumbal Bukit Kembar: Misteri di Balik Proyek Jalan Desa Tirta Asri

Author

Ilustrasi Bukit Horor.

INDOZONE.ID - Di balik rencana pembangunan jalan tol megah yang menghubungkan dua kota besar, terselip kisah mistis yang bikin bulu kuduk berdiri.

Semua terjadi di sebuah desa terpencil bernama Tirta Asri, desa kecil nan tenang yang berada di kaki Bukit Kembar.

Tapi tenang, itu cuma di permukaan, karena ternyata Bukit Kembar menyimpan rahasia kelam yang enggak bisa diusik sembarangan.

Yuk, simak kisah mistis tumbal bukit kembar dilansir dari YouTube/Kisah Mistis selengkapnya!

Baca Juga: Kisah Mistis Desa Karuhun yang Muncul Tiap 33 Tahun Sekali: antara Mitos, Kutukan, dan Dimensi Lain

Bukit Keramat dan Larangan Tak Tertulis

Warga Desa Tirta Asri hidup damai sebagai petani dan peternak. Mereka sangat menghormati Bukit Kembar, dua puncak yang menjulang dan dipercaya sebagai tempat sakral, perbatasan antara dunia nyata dan dunia gaib.

Sudah jadi rahasia umum di desa tersebut, kalau bukit itu adalah lokasi ritual para leluhur sejak zaman penjajahan dulu.

Nggak ada yang berani menebang pohon, mendaki bukit itu, apalagi saat malam tiba.

Baca Juga: Kisah Mistis Desa Purbakala: Legenda yang Hidup dan Kutukan yang Tak Pernah Tidur

Proyek Jalan dan Peringatan yang Diabaikan

Masalah dimulai saat pemerintah memutuskan membangun jalan tol yang memotong wilayah desa, dan melewati Bukit Kembar.

Warga langsung heboh dan merasa ini adalah bencana. Ketua desa, Pak Leman, udah memperingatkan berkali-kali, tapi sayangnya peringatan itu diabaikan sama kepala proyek, Pak Suryo. Baginya, itu cuma mitos kampung yang nggak masuk akal.

Baca Juga: Kisah Mistis Desa Hantu di Jantung Hutan Kalimantan: Gerbang Dunia Lain yang Tertinggal

Gangguan Aneh Mulai Terjadi

Sejak hari pertama alat berat bekerja, suasana desa berubah. Operator buldozer bernama Budi mulai merasakan ada yang aneh.

Ia merasa diawasi saat bekerja dan malamnya mimpi didatangi sosok nenek tua menyeramkan yang bilang, “Kembalikan yang bukan milikmu.”

Mesin pun tiba-tiba mogok tanpa alasan jelas. Mekanik bilang nggak ada kerusakan, tapi seperti ada yang menghalangi.

Beberapa pekerja mulai melihat bayangan aneh di atas bukit. Suara-suara bisikan muncul tanpa asal. Tapi proyek tetap jalan. Sampai akhirnya tragedi terjadi.

Baca Juga: Kisah Mistis Dukun Beranak dan Sosok Ibu dan Bayi Misterius dari Desa Mekarwangi

Ilustrasi Desa Horor.

Tumbal Pertama dan Mimpi Mengerikan

Suatu malam, seorang pekerja tewas saat alat beratnya terguling ke dalam longsoran. Wajahnya penuh ketakutan.

Warga desa yakin ini bukan kecelakaan biasa. Mereka menganggap ini adalah peringatan dari para penunggu bukit.

Pak Leman memohon proyek dihentikan. Tapi Pak Suryo tetap keras kepala. Ia bahkan sampai memanggil dukun terkenal, Mbah Surti.

Dukun itu bilang, “Kalian telah membangunkan mereka. Bukit ini bukan milik kalian.”

Solusinya? Ritual pembersihan. Tapi untuk itu, dibutuhkan tumbal.

Baca Juga: Kisah Mistis Nenek Gahara: Mengungkap Dosa Masa Lalu yang Menuntut Balas!

Tumbal untuk Meredam Amarah

Akhirnya, dipilihlah satu pekerja bernama Toni yang katanya gak punya keluarga. Malam itu ritual dilakukan.

Hening mencekam menyelimuti lokasi proyek. Tapi keesokan harinya, justru makin horor.

Tiga pekerja ditemukan tewas dengan luka cakaran aneh dan wajah ketakutan.

Di dinding tenda basecamp, ada tulisan besar berlumuran darah, “KALIAN SEMUA AKAN MEMBAYAR.”

Baca Juga: Bayangan di Jalan Mati: Kisah Mistis dari Desa Lereng Gunung yang Bikin Merinding

Akhir yang Tragis

Ketakutan menyebar. Banyak pekerja kabur. Proyek lumpuh. Pak Suryo akhirnya menyerah, dan kembali menemui Mbah Surti, tapi semua sudah terlambat.

Bukit Kembar telah murka, dan harga yang harus dibayar adalah nyawa demi nyawa.

Baca Juga: Kisah Mistis Kampung Mayit: Desa yang Dihantui Bayangan Tak Kasat Mata

Ilustrasi Bukit Horor.

Hingga kini, jalan tol itu mangkrak. Lokasi proyek ditinggalkan. Desa Tirta Asri kembali sepi, tapi tidak pernah sama.

Bukit Kembar tetap berdiri, lebih angker dari sebelumnya, seolah menunggu siapa lagi yang berani mengusiknya.

Pesan moralnya? Kadang, yang enggak kelihatan justru lebih kuat dari yang kelihatan.

Jangan pernah remehkan kepercayaan leluhur, apalagi kalau udah menyangkut tanah keramat dan janji yang dilanggar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU