Senin, 18 MEI 2026 • 11:25 WIB

Misteri Penglaris Tali Pocong Hitam yang Merenggut Nyawa

Author

Ilustrasi Penglaris Tali Pocong Hitam. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Dunia pesugihan dan penglaris memang selalu jadi topik yang bikin bulu kuduk berdiri. Apalagi, kalau sudah menyangkut nyawa orang terdekat.

Belakangan ini, sebuah kisah tragis tentang dampak mengerikan dari penggunaan ilmu hitam, kembali mencuat dan jadi bahan obrolan hangat.

Kisah mistis ini bukan sekadar dongeng sebelum tidur, tapi sebuah pengingat keras tentang betapa mahalnya harga sebuah kekayaan instan yang didapat lewat jalan pintas.

Dilansir dari YouTube/OM BRIZZ OFFICIAL, kisah ini bermula dari kepulangan seorang perantau bernama Lastri ke kampung halamannya, di Pemalang yang justru menjadi awal dari terungkapnya rahasia gelap keluarganya sendiri.

Baca juga: Air Cucian Beras untuk Penglaris: Tradisi Lama yang Masih Dipercaya Buka Rezeki dan Perlindungan Gaib

Kepulangan Lastri dan Teror Gaib di Pemalang

Lastri yang sedang bekerja di ibu kota mendadak panik setelah mendengar kabar kalau ayahnya, Pak Bambang, jatuh sakit parah.

Tanpa pikir panjang, ia langsung balik ke Pemalang. Namun, perjalanan pulangnya nggak semulus yang dibayangkan.

Di sepanjang jalan, Lastri mendengar desas-desus yang bikin nggak nyaman, soal teror pocong ireng atau pocong hitam yang lagi menghantui warga sekitar.

Awalnya ia cuma menganggap itu angin lalu atau sekadar hoaks warga desa, tapi perasaan gelisahnya nggak bisa bohong.

Begitu sampai di rumah, suasana mencekam langsung menyambutnya, seolah ada sesuatu yang nggak kasat mata sedang mengawasi setiap gerak-geriknya sejak ia menginjakkan kaki di halaman.

Kondisi Pak Bambang yang Tidak Masuk Akal

Saat melihat kondisi sang ayah, Lastri beneran syok berat. Pak Bambang yang dulunya gagah sekarang tinggal tulang dibungkus kulit.

Kondisinya sangat memprihatinkan, pucat, dan sering mengalami kejang-kejang histeris sambil matanya melotot ke arah langit-langit kamar, seolah melihat sosok yang sangat menyeramkan.

Gejalanya pun aneh banget, mulai dari mengeluh pundak terasa sangat berat seperti memikul beban kuintalan, sering mimpi buruk yang bikin teriak-teriak tengah malam, sampai mendengar suara-suara gaib yang manggil namanya.

Penyakit ini nggak terdeteksi secara medis, dan setiap kali kambuh, suasana rumah langsung berubah jadi sangat dingin dan mencekam.

Kecurigaan Muncul dari Kekayaan Mendadak Bude Darsi

Di tengah situasi kacau itu, muncul Bude Darsi, adik dari Pak Bambang. Bude Darsi ini datang membawakan bubur untuk Pak Bambang, tapi ada yang aneh dengan penampilannya.

Bude Darsi mendadak terlihat sangat kaya raya, punya perhiasan mentereng, dan warungnya dikabarkan laku keras sampai antrean pembelinya nggak masuk akal.

Padahal, suaminya dikabarkan lagi sakit dengan gejala yang mirip banget sama Pak Bambang.

Lastri mulai merasa ada yang nggak beres. Kenapa di saat keluarga mereka lagi jatuh tertimpa tangga, Bude Darsi justru kayak dapet durian runtuh?

Kecurigaan ini perlahan mulai membuka tabir bahwa, ada sesuatu yang disembunyikan di balik kebaikan Bude Darsi selama ini.

Kematian Tragis dan Rahasia di Bawah Ranjang

Ketegangan mencapai titik didih saat Pak Bambang akhirnya mengembuskan napas terakhir dengan cara yang sangat tragis, yaitu mengeluarkan darah segar dari mulutnya.

Usai pemakaman, Lastri dan adiknya, Sri, merasa harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Mereka secara nggak sengaja menemukan sebuah nampan berisi sesajen lengkap yang disembunyikan di bawah ranjang tempat tidur bapaknya.

Penemuan ini beneran bikin mereka lemas seketika. Ternyata, selama ini ada praktik ritual di dalam rumah mereka. tanpa disadari.

Nampan sesajen itu menjadi bukti kuat, kalau sakitnya sang ayah bukan karena medis, melainkan akibat dari perjanjian gaib yang sangat gelap.

Baca juga: Mitos Bunga Kenanga: Benarkah Bisa Jadi Penglaris Dagangan?

Ilustrasi Penglaris Tali Pocong Hitam. (Foto: Freepik @Freepik)

Pengakuan Bu Sukma soal Penglaris Tali Pocong

Nggak bisa mengelak lagi, akhirnya ibu mereka, Bu Sukma, buka suara sambil menangis histeris.

Terungkaplah kenyataan pahit bahwa Bu Sukma nekat menggunakan penglaris tali pocong hitam atas saran dari Bude Darsi.

Alasan klasiknya adalah, karena mereka terlilit hutang masa lalu yang sangat besar dan nggak tahu lagi harus cari uang ke mana.

Bu Sukma awalnya cuma pengen warungnya laris, tapi ia nggak benar-benar paham kalau kontrak gaib itu meminta bayaran yang sangat mahal, yaitu nyawa anggota keluarga sendiri sebagai tumbal.

Pak Bambang ternyata adalah korban pertama dari perjanjian maut tersebut, dan kini sosok pocong ireng itu mulai mencari mangsa baru.

Tanda Tumbal yang Mulai Mengincar Sang Adik

Setelah Pak Bambang tiada, teror nggak berhenti begitu saja. Kali ini, Sri, adik Lastri, mulai mengalami kejadian horor.

Ia mulai sering melihat sosok pocong kain kafan hitam, dengan mata merah menyala yang berdiri di sudut-sudut gelap rumah mereka.

Munculnya penampakan ini adalah kode keras dalam dunia mistis bahwa orang tersebut sudah ditandai sebagai target tumbal berikutnya.

Bu Sukma yang melihat hal itu langsung dihantui rasa bersalah yang luar biasa. Ia sadar, kalau sudah melakukan kesalahan fatal yang membahayakan nyawa anak-anaknya sendiri, demi harta yang nggak seberapa jika dibandingkan dengan nyawa.

Pengorbanan Terakhir seorang Ibu demi Anak

Menyadari kalau maut sedang mengincar Sri dan Lastri, insting seorang ibu dalam diri Bu Sukma akhirnya muncul. Ia nggak mau kehilangan anak-anaknya setelah suaminya jadi korban.

Dengan sisa keberaniannya, Bu Sukma mendesak Lastri dan Sri untuk segera mengemasi barang-barang mereka dan pergi dari rumah itu malam itu juga.

Ia meminta mereka lari sejauh mungkin, dan jangan pernah menoleh ke belakang atau kembali ke desa itu lagi.

Bu Sukma memilih untuk tinggal dan menghadapi konsekuensi dari perbuatannya sendirian.

Ini adalah bentuk penebusan dosa terakhirnya agar garis keturunannya nggak habis ditelan oleh perjanjian hitam yang ia buat sendiri.

Akhir Tragis Sang Pengguna Ilmu Hitam

Malam keberangkatan Lastri dan Sri menjadi malam terakhir bagi Bu Sukma. Cerita berakhir dengan pemandangan yang sangat mengerikan, di mana Bu Sukma ditemukan tewas secara tragis.

Ia mengalami lilitan gaib di lehernya, seolah-olah ditarik oleh tali yang nggak kelihatan, sebagai bayaran terakhir bagi sang mahluk hitam.

Kematiannya menjadi gempar di seluruh penjuru desa Pemalang, dan menjadi bukti nyata betapa mengerikannya akhir dari seorang pengguna pesugihan.

Sementara itu, Lastri dan Sri berhasil melarikan diri ke kota lain dan menghilang tanpa jejak, meninggalkan semua kenangan pahit dan harta hasil penglaris yang justru menghancurkan hidup mereka.

Baca juga: 7 Ciri Warung yang Diduga Pakai Jin Penglaris, Jangan Sampai Salah Masuk!

Ilustrasi Penglaris Tali Pocong Hitam. (Foto: Freepik @Freepik)

Kisah penglaris tali pocong hitam ini beneran jadi pelajaran berharga buat kita semua. Terutama, anak muda yang mungkin sering merasa pengen cepat kaya tanpa usaha keras.

Ilmu hitam atau cara-cara nggak jujur dalam mencari rezeki, mungkin kelihatan manis di awal, tapi buntutnya selalu pahit dan berdarah.

Nggak ada kekayaan yang sebanding dengan kedamaian batin dan nyawa orang-orang tersayang.

Kerja keras dan jujur memang terasa lebih lama, tapi setidaknya kita bisa tidur nyenyak, tanpa perlu takut ada nampan sesajen di bawah ranjang atau sosok hitam yang mengawasi dari balik jendela.

Yuk, lebih bijak lagi dalam bertindak dan jangan pernah tergiur sama tawaran-tawaran jalan pintas yang nggak masuk akal!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU