Ilustrasi Penglaris Warung Makan.
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih Kamu makan di sebuah warung, rasanya enak banget tapi tempatnya kotor parah, bahkan bikin mikir, “Kok bisa rame banget ya?” Nah, bisa jadi ini cuma kemungkinan ya warung tersebut pakai ajian penglaris yang katanya melibatkan jin buat pesugihan.
Yup, kabar soal warung makan yang diduga pakai jin penglaris itu udah lama beredar di masyarakat.
Nah sampai sekarang, masih aja dipercaya sama sebagian orang. Meskipun nggak semua rame berarti mistis, nggak ada salahnya juga tahu ciri-ciri warung yang pakai penglaris biar kita lebih waspada.
Yuk simak penjelasannya dilansir dari YouTube @ULI Channel selengkapnya!
Baca Juga: Warung Sepi Bukan Main Mistis, Ini Penjelasan soal Penglaris Dagangan Menurut Islam
Katanya nih, salah satu tanda paling mencolok dari warung yang pakai jin penglaris adalah rasa makanan yang auto nagih.
Tapi, anehnya, kalau Kamu berdoa dulu sebelum makan seperti baca Bismillah rasanya bisa langsung berubah. Bahkan bisa sampe bau aneh seperti busuk gitu. Gimana nggak bikin merinding?
Biasanya warung yang pakai jin penglaris itu cenderung jorok, lembab, bahkan agak spooky.
Tapi anehnya, orang-orang tetap aja mau makan di situ. Banyak yang percaya kalau makhluk gaib emang suka tempat yang kotor, dan itu jadi salah satu syarat pemilik warung buat "ngikat" penglarisnya biar tetap kerja.
Ini yang paling mencurigakan. Warung kayak gini sering punya satu ruangan yang nggak boleh dimasukin sembarangan.
Katanya sih, ruangan itu tempat tinggal jin atau jadi lokasi buat ritual pemanggilan. Nggak jarang ruangan ini ada di area tersembunyi seperti belakang dapur atau pojok deket toilet.
Baca Juga: Misteri Tali Pocong Penglaris: Kisah di Balik Warung yang Ramai tapi Bikin Merinding
Ilustrasi Penglaris Warung Makan.
Kalau Kamu perhatiin, warung yang katanya pakai ajian penglaris itu suka tutup di hari-hari tertentu kayak Senin, Rabu, atau Kamis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube