INDOZONE.ID - Selain Hanako-san yang merupakan hantu penunggu toilet ada pula Aka Manto yang juga hantu penunggu toilet.
Jika Hanako-san berwujud seorang siswi berberda dengan Aka Manto, ia berwujud laki-laki dewasa.
Aka Manto, yang berarti “jubah merah,” dan sudah melegenda sejak tahun 1930-an. Meski ada banyak versi berbeda, inti cerita tetap sama, sebuah pertanyaan mematikan yang muncul di toilet dan tidak ada jawaban yang aman.
Baca juga: Penanggalan: Hantu dari Malaysia yang Menakuti Ibu Hamil dan Bayi: Bentuknya Mirip Kuyang?
Cerita Umum Aka Manto
Biasanya, kisah ini terjadi di toilet tua sekolah dasar, seringnya di bilik keempat, karena angka empat di Jepang dianggap angka sial dan identik dengan kematian.
Seorang siswa yang harus buang air mendapati dirinya di toilet sepi yang biasanya dihindari.
Baca juga: Kisah Mistis Hanako-san: Hantu Sekolah dari Jepang yang Jadi Legenda Urban
Setelah selesai, ia mencari tisu toilet, tapi tidak ada.
Tiba-tiba, muncul suara misterius.
“Kamu mau kertas merah atau biru?”
- Jika dijawab merah, tubuh korban akan disayat sehingga darah menyembur, seolah ia mengenakan jubah merah.
- Jika dijawab biru, seluruh darah korban tersedot keluar, meninggalkannya mati dengan wajah kebiruan.
Dalam beberapa versi lain, jawaban berbeda bisa berakibat dicabik, dicekik, atau bahkan ditarik ke dunia lain.
Baca juga: Jorogumo: Sang Wanita Laba-Laba Penggoda dari Mitologi Jepang
Satu-satunya cara lolos adalah menolak menjawab atau lari secepat mungkin.
Asal Usul dan Variasi
Asal-usul Aka Manto sulit ditelusuri, namun ia sudah menjadi rumor sekolah yang populer sejak era 1930-an.
Sosoknya sendiri bervariasi, kadang digambarkan sebagai hantu pria tinggi dengan wajah pucat kebiruan dan di versi lain, ia adalah pembunuh berantai yang bersembunyi di stall sebelah.
Pilihan warna pun berbeda-beda seperti, merah, biru, putih, bahkan ungu. Beberapa versi menawarkan konsekuensi yang lebih aneh, misalnya lidah merah muncul dari toilet atau kulit berubah warna permanen..
Baca juga: Kuburan Tak Selalu Sakral, Ini Asal-usul dan Perubahannya dalam Sejarah
Seiring waktu, visual Aka Manto juga berubah. Awalnya, “manto” adalah jaket kimono pendek tanpa lengan, tetapi kini digambarkan sebagai jubah merah panjang dengan tudung, sesuai makna modern kata “manto” dalam bahasa Jepang.
Legenda Aka Manto tetap populer hingga sekarang, bahkan dengan hadirnya urban legend toilet lain seperti Toire no Hanako-san.
Cerita ini menunjukkan bagaimana ketakutan sederhana, seperti pergi ke toilet sendiri, bisa diubah menjadi legenda horor yang menakutkan dan bertahan puluhan tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yokai.com