Ilustrasi Pesugihan Juragan Gula. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Desa Sidomoro dikenal sebagai desa kecil yang tenang di pinggiran dearah Jawa Timur. Tapi, ketenangan itu hanya tampak di permukaan.
Di balik rumah besar berpagar besi hitam milik Pak Sodik, tersimpan kisah pesugihan yang selama ini cuma jadi bisik-bisik warga. Ia dikenal sebagai juragan gula paling sukses di desa.
Tokonya selalu ramai, uang mengalir deras, dan hidupnya tampak mapan. Namun, siapa sangka kekayaan itu menyimpan harga mahal yang harus dibayar satu keluarga.
Yuk, simak kisah pesugihan juragan gula dilansir dari YouTube/OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Pesugihan Tuyul Toko Sembako di Pasar Rawa Bendo: Rezeki Lancar Tapi Ada Harga yang Tak Terlihat
Pak Sodik dikenal warga sebagai sosok tertutup. Anehnya, ia hampir tak pernah terlihat di pagi dan siang hari.
Justru saat malam tiba, mobil sedannya selalu melaju meninggalkan desa. Sementara itu, istrinya, Bu Wulan, mengurus toko gula dari pagi hingga sore.
Ia ramah, sabar, dan dikenal baik oleh pelanggan. Namun di balik senyumnya, ada lelah yang tak pernah benar-benar hilang.
Anak-anak mereka tumbuh di rumah besar itu, tapi kebahagiaan terasa timpang. Aini, si bungsu, menjadi pusat perhatian warga.
Bocah 10 tahun itu tak pernah bicara, sering menatap kosong, bahkan terlihat seperti marah pada sesuatu yang tak kasat mata.
Banyak warga menganggapnya anak stres. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang ia lihat setiap hari.
Suatu pagi, dua ekor anak anjing ditemukan di halaman rumah Pak Samin, guru ngaji desa. Tingkahnya aneh, terlalu diam untuk ukuran anak anjing.
Pak Samin langsung merasa ada yang tak beres. Benar saja, menurut penglihatannya, dua makhluk itu bukanlah anjing biasa.
Mereka adalah jelmaan tuyul milik Pak Sodik yang terlambat pulang sebelum matahari terbit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube