Ilustrasi Pesugihan Tuyul Toko Sembako. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Pasar Rawa Bendo dikenal sebagai pasar desa yang sederhana tapi hidup. Setiap pagi bau ikan asin, sayur mayur, dan tanah basah selalu jadi ramuan khas yang bikin suasana ramai dan hangat.
Tapi di balik kesibukan itu, ada satu kisah pesugihan yang belakangan bikin warga resah, takut, dan curiga hilangnya uang warga tanpa jejak.
Cerita gelap yang perlahan mengarah pada satu pasangan pemilik warung sembako, Pak Susilo dan Bu Karni.
Yuk simak kisah Pesugihan Tuyul Toko Sembako di Pasar Rawa Bendo dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Pesugihan Anjing Hitam: Misteri Kaya Mendadak dan Suara Tangisan Tengah Malam di Desa Mendiro
Di sudut kanan pasar, warung sembako Pak Susilo dan Bu Karni jadi salah satu tempat belanja favorit warga. Ukurannya kecil, tapi isinya lengkap.
Dari gula, beras, minyak, sampai sabun cuci semua ada. Bu Karni selalu ramah, walau tubuhnya makin kurus dan wajahnya pucat belakangan ini.
Pak Susilo terkenal tegas dan teliti. Orang-orang suka belanja di situ karena timbangannya selalu jujur.
Namun, di balik aktivitas jual beli itu, ada hal lain yang sebenarnya lebih gelap. Setiap kali pasar buka, Bu Karni terlihat makin lelah seperti kurang tidur.
Nafasnya sering berat, tangannya gemetar, tapi ia tetap memaksa bekerja. Sementara Pak Susilo selalu mengawasinya dengan tatapan khawatir yang disembunyikan.
Masalah muncul ketika suatu pagi Juragan Raksa, pedagang kayu paling kaya, mendadak berteriak uangnya hilang.
Kotak besi berisi puluhan juta di bawah ranjangnya raib tanpa jejak. Tidak ada bekas dibongkar, pintu utuh, jendela aman, debu pun tidak berubah. Seisi desa langsung geger.
Dua hari kemudian, Juragan Lurah, pemilik toko pakan ternak, kehilangan uang dengan cara yang sama. Habis itu Juragan Minto.
Lalu Bu Partini yang miskin pun ikut kehilangan uang jutaan. Semuanya tanpa jejak, tanpa suara, tanpa kerusakan. Ini bukan maling biasa, ujar warga. Nah dari situ muncul satu kata yang bikin bulu kuduk berdiri: halus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube