INDOZONE.ID - Di sebuah desa yang dikelilingi sawah dan kabut tipis, seorang pemuda bernama Bayu terperangkap dalam cerita cinta yang berubah jadi tragedi mistis.
Berawal dari perasaan cinta yang ditolak, ia nekat mencari jalan pintas lewat pelet. Tapi alih-alih membuat Ranti datang padanya, Bayu justru menarik sesuatu yang jauh lebih gelap dan tidak bisa ia kendalikan.
Kisah ini menyebar cepat di kampung. Bukan cuma jadi kisah mistis pengantar tidur, tapi jadi pengingat bahwa cinta yang dipaksakan bisa berubah jadi pintu bagi hal-hal yang tak terlihat.
Yuk simak kisah pelet salah sasaran dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL. selengkapnya!
Baca juga: Kisah Pelet Jundai: Cinta yang Kandas Berujung Kutukan dari Tanah Minang
Warung, Arak, dan Ego yang Meledak
Malam itu Bayu duduk di warung kecil pinggir sawah bersama tiga temannya. Bau arak, asap rokok, dan hawa lembab sawah jadi saksi emosinya yang meledak.
Ia ngotot bahwa Ranti, gadis pendiam yang ngajar anak-anak ngaji, adalah jodohnya. Teman-temannya coba menahan, tapi Bayu keras kepala.
Penolakan keluarga Ranti membuat harga dirinya tergores. Nah dalam mabuk serta emosi yang panas, ia memutuskan untuk mencari jalan lain: pelet.
Pertemuan dengan Mbah Kirno
Langkah gontai Bayu membawa ia ke rumah Mbah Kirno, dukun tua yang tinggal di pinggir kebun teh. Lampu minyak di teras rumah itu bergetar saat ia datang membawa rambut Ranti yang ia curi.
Mbah Kirno sudah memperingatkan, bahwa Ranti bukan perempuan sembarangan. Ia lahir dari garis keluarga kejawen yang dijaga leluhur.
Siapa pun yang mengusik, bakal kena balas. Tapi Bayu tak peduli. Dan ritual itu pun dilakukan.
Sejak malam itu, udara di sekitar rumah Bayu berubah. Jasmine yang muncul entah dari mana, ular hitam, mimpi buruk, hingga bayangan perempuan berambut panjang di jendela mulai menghantui.
Perubahan Mengguncang: Dari Cinta Jadi Gangguan
Beberapa hari setelah ritual, Bayu tak lagi seperti dirinya. Ia pucat, sering tersenyum sendiri, dan terus menyebut nama Ranti.
Ketika melihat gadis itu di jalan, tatapannya bukan lagi tatapan cinta, tapi ketakutan. Dalam mimpi-mimpinya, Ranti hadir dengan mata hitam legam dan senyum aneh.
Keluarga Bayu semakin panik. Malam-malam di rumah mereka dipenuhi suara langkah kaki, tawa lirih, dan aroma melati yang menusuk kepala.
Bayu semakin hilang kendali. Kadang tertawa sendiri, kadang berteriak, kadang merasa ditarik ke suatu tempat.
Baca juga: Kisah Mistis Pelet Kober: Cinta yang Tak Tersampaikan Berujung Maut
Dukungan Orang Tua dan Jalan Buntu
Orang tua Bayu membawa ia ke puskesmas, lalu ke orang pintar lain seperti Pak Tarmo, tapi tak ada yang berhasil. Semua setuju satu hal: Bayu telah menyentuh sesuatu yang salah.
Keadaan semakin memburuk ketika ia melihat sosok tak terlihat orang lain. Ia mengatakan bahwa Ranti dan penjaganya datang setiap malam, menuntut balasan. Tubuhnya semakin lemah, tapi matanya semakin gelap, seolah bukan lagi dirinya.
Jawaban dari Kiai Abdul: Penjaga Leluhur Turun Tangan
Puncaknya adalah ketika keluarga membawa Bayu ke Kiai Abdul, seorang tokoh yang dihormati desa. Dari beliaulah akhirnya misteri ini terbuka.
Kiai bercerita bahwa Ranti memang memiliki garis darah kejawen yang dijaga kodam leluhur. Bayu, lewat pelet, telah mencoba menundukkan darah yang dilindungi, dan itu adalah pelanggaran berat.
Ketika Kiai menyentuh kening Bayu untuk menelusuri ikatan itu, suara berat dan asing keluar dari tubuh anak muda itu. Suara yang bukan miliknya.
Suara penjaga leluhur yang menegaskan bahwa Bayu sudah terikat dan harus membayar.
Situasi yang Makin Gelap dan Tak Ada Jalan Mundur
Sejak itu, hidup keluarga Bayu berubah jadi mimpi buruk. Setiap malam tawa aneh terdengar dari kamar. Bayu tak lagi tidur, tak lagi makan. Tubuhnya hidup, tapi jiwanya serasa jauh.
Kiai pun mengakui, kekuatan yang turun bukan lagi jin biasa, melainkan penjaga leluhur tingkat tinggi yang tidak bisa dilawan manusia.
Satu-satunya jalan hanyalah restu dari pihak Ranti. Tapi keluarga gadis itu sejak awal sudah menolak keterlibatan Bayu.
Aroma Melati Terakhir: Kembali ke Titik Tanpa Pulang
Malam itu rumah mereka gelap ketika lampu kamar tiba-tiba padam. Aroma melati semakin pekat, hampir memabukkan.
Dari balik pintu kamar, suara tawa Bayu terdengar panjang dan serak, seperti bukan lagi suara manusia. Nah itulah awal dari ketakutan baru yang belum pernah dialami kampung itu sebelumnya.
Baca juga: Kisah Mistis Pelet Tali Gaib: Saat Cinta Lama Jadi Jerat Tak Kasat Mata
Kisah Bayu jadi pelajaran pahit di desa kecil itu. Tentang cinta yang dipaksakan, tentang batas yang tak boleh disentuh, dan tentang harga dari keputusan nekat.
Pelet bukan sekadar permainan. Terkadang yang datang bukan cinta tapi sesuatu yang tak pernah ingin kita panggil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube