INDOZONE.ID - Cerita ini datang dari channel Nerror milik Nesi, yang kali ini membacakan pengalaman horor nyata dari seorang perempuan bernama Mei. Ia berbagi kisah menegangkan tentang sebuah keris kecil berwarna emas yang ternyata membawa petaka besar bagi keluarganya.
Awal Mula: Oleh-oleh dari Curug
Semua bermula ketika ayah Mei pulang dari sebuah curug (air terjun) di Jawa Barat. Ia menemukan kantong kecil berwarna putih yang berisi keris emas sebesar jari telunjuk, lalu membawanya pulang dan menyimpannya di lemari kamar Mei. Malam itu, ibunya marah besar, tapi Mei yang masih SMP tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ia hanya menganggap itu hal biasa.
Namun, sejak hari itu suasana di rumah mulai berubah. Udara terasa sumpek, seolah banyak orang yang “tidak terlihat” sedang bertamu. Hingga suatu malam, Mei mengalami kejadian yang mengerikan.
Baca juga: Kisah Horor “Anak Ghaib Laut Sulawesi”: Saat Liburan Berubah Jadi Teror Mistis
Teror di Tengah Malam
Sekitar jam tiga pagi, Mei terbangun dan melihat sosok perempuan berambut panjang berdiri di pintu kamarnya. Sosok itu menatapnya tajam dengan mata merah menyala. Mei yang ketakutan hanya bisa berdoa dalam hati. Namun, ketika membuka mata, makhluk itu justru sudah berada tepat di depan wajahnya, melayang di udara dengan rambut menjuntai ke pipi Mei.
Keesokan paginya, Mei terbangun dalam kondisi lemas dan demam tinggi. Di atas kasurnya terdapat helai-helai rambut hitam panjang jelas bukan miliknya.
Kejanggalan yang Tak Berhenti
Sejak hari itu, kejadian aneh terus terjadi. Suatu pagi, ibunya melihat Mei berdiri di depan jendela sambil menggumam, “Tunggu… tunggu…” padahal pintu rumah terkunci rapat. Saat diajak ke kamar, Mei justru histeris dan berteriak minta “ditungguin.” Ia seperti kesurupan dan tidak mengingat kejadian itu sama sekali.
Tak lama, keluarga Mei memutuskan memanggil ustaz dan dokter. Setelah diruqyah dan diperiksa, keadaan mulai membaik. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.
Keris yang Tak Bisa Dibuang
Ayah dan paman Mei sempat mencoba mengembalikan keris itu ke curug tempat ditemukannya, tapi anehnya, keris tersebut selalu kembali ke lemari Mei, bahkan setelah dibuang berkali-kali. Akhirnya, lemari beserta keris itu dibuang oleh ayahnya ke tempat lain.
Tapi gangguan tak berhenti di situ. Bau pandan yang sangat menyengat sering muncul tengah malam, air menetes dari atap padahal tidak hujan, bahkan muncul gumpalan rambut di kamar mandi. Saat ustaz datang memeriksa, ia menemukan kantong putih kekuningan berisi keris terselip di ventilasi kamar Mei.
Ustaz menyarankan agar keluarga tidak membuangnya lagi, melainkan mengadakan pengajian rutin untuk menenangkan roh yang terikat pada keris itu.
Baca juga: Burong Tujoh: Ilmu Hitam Mengerikan dari Aceh yang Bikin Merinding
Pertanda Mimpi dan Tragedi
Beberapa waktu kemudian, Mei bermimpi rumahnya berwarna putih bercahaya tanpa atap dan pintu, dikelilingi batu nisan dan tumpukan jenazah. Tak lama setelah itu, kabar buruk datang, ayah Mei jatuh sakit misterius dan dirawat di ICU. Dokter tidak menemukan penyakit apa pun. Empat hari kemudian, sang ayah meninggal dunia, dua hari sebelum ulang tahun Mei.
Setelah kepergian ayahnya, Mei dan ibunya pindah ke Tangerang. Hingga kini, mereka tak pernah tahu di mana keris itu berada. Setiap kali ditanya, sang ibu hanya diam.
Cerita Mei bukan hanya tentang horor, tapi juga tentang kehilangan dan pelajaran hidup. Sebuah kisah yang membuat kita berpikir dua kali sebelum membawa pulang sesuatu dari alam yang bukan milik kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Nessie Judge