Kisah Horor "Anak Ghaib Laut Sulawesi". (Sumber: Youtube/Nessie Judge)
INDOZONE.ID - Kadang, niat untuk menenangkan pikiran justru berujung pada hal-hal yang tak bisa dijelaskan logika. Begitulah yang dialami Sari, seorang guru SD berusia 32 tahun, dalam kisah menyeramkan Anak Ghaib Laut Sulawesi dari seri Nerror Cerita Horor di YouTube.
Sari adalah seorang ibu yang luar biasa sibuk. Selain mengajar di sekolah dasar, ia juga harus mengurus rumah tangga dan merawat anaknya, Dika, yang berusia tujuh tahun. Dika berbeda dari anak-anak lain, ia mengalami gangguan perkembangan dan sering kali tantrum hebat. Sementara itu, suaminya, Rendra, jarang berada di rumah karena tuntutan pekerjaan.
Kehidupan Sari terasa melelahkan. Ia hampir tak punya waktu untuk dirinya sendiri. Maka ketika libur sekolah tiba, Rendra mengusulkan ide, “Bagaimana kalau kita liburan ke pantai di Sulawesi?” Sari pun setuju. Ia berharap perjalanan itu bisa menjadi momen menenangkan bagi keluarganya.
Baca juga: Kisah Horor di Desa Kaliwungu: Aroma Kemenyan Membawa Petaka
Awalnya, semua berjalan normal. Pantai itu indah, dengan laut biru dan udara segar yang menenangkan. Namun entah kenapa, Dika terlihat gelisah sejak pertama kali mereka tiba. Anak itu terus menatap laut dan beberapa kali berbicara sendiri, seolah sedang berbincang dengan seseorang yang tak terlihat.
Malam harinya, suasana berubah mencekam. Dika tiba-tiba menghilang dari kamar. Sari panik dan bersama Rendra mencari ke seluruh area penginapan. Di tengah pencarian, mereka menemukan Dika di tepi pantai berdiri menghadap laut sambil bergumam.
Sejak malam itu, hal-hal aneh mulai terjadi. Dika sering terbangun tengah malam sambil menjerit, mengatakan bahwa “anak laut” ingin mengajaknya bermain. Sari pun mulai mendengar suara-suara dari arah pantai setiap dini hari, seperti suara anak kecil tertawa atau berlari di atas pasir.
Penduduk sekitar kemudian memberi peringatan: di pantai itu memang ada legenda tentang anak ghaib penghuni laut, sosok yang suka “mengambil teman” dari dunia manusia terutama anak-anak yang dianggap kesepian.
Baca juga: Kisah Mistis Tumbal Uang Koin: Teror di Perempatan Jalan Kaliurang
Sari berusaha keras menjaga Dika agar tetap aman, namun gangguan tak kunjung berhenti. Hingga akhirnya, pada suatu malam dengan angin kencang, Dika kembali hilang meninggalkan jejak kaki kecil menuju laut yang perlahan terhapus ombak.
Kisah ditutup dengan nada sendu: Sari masih sering datang ke pantai itu setiap tahun, membawa mainan kesukaan Dika, berharap suatu hari anaknya kembali dari laut.
Cerita Anak Ghaib Laut Sulawesi bukan sekadar kisah horor. Ia juga menyentuh sisi emosional seorang ibu yang berjuang sendirian menghadapi tekanan hidup dan kehilangan. Unsur mistisnya terasa hidup karena berpadu dengan realitas yang dekat dengan banyak oran kelelahan, rasa bersalah, dan cinta yang tak pernah padam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Nessie Judge