INDOZONE.ID - Tim Sara Wijayanto menelusuri kisah mistis yang mendebarkan dalam episode "Rumah Sekte – Special Jogja [Eps.1]".
Dalam penelusuran kali ini, Sara Wijayanto bersama timnya mengunjungi sebuah rumah terbengkalai di Jogja Utara yang dikenal angker dan menyimpan sejarah kelam ritual sesat.
Rumah yang telah puluhan tahun terbengkalai ini diduga kuat menjadi lokasi ritual ilmu hitam dan pemujaan setan versi Jawa.
Menurut penuturan Mas De, salah satu anggota tim, tempat ini dulunya digunakan untuk ritual-ritual, namun bukan dalam konteks satanisme Barat, melainkan versi lokal Jawa.
Mas De sendiri mengaku setengah hati untuk kembali ke lokasi ini karena pengalaman intimidasi tak kasat mata yang kuat saat penelusuran sebelumnya.
Baca juga: Pelet Daging Giling: Kisah Mistis di Balik Ramainya Warung Bakso
Kesaksian Warga dan Aktivitas Supranatural
Warga sekitar melaporkan berbagai kejadian aneh di rumah tersebut. Suara tangisan anak kecil, suara piring atau gelas jatuh, hingga aroma dupa atau kemenyan yang tiba-tiba tercium menjadi bagian dari teror yang sering mereka alami.
Bahkan, ada penampakan bayangan orang lewat dan sosok “peri” yang sering muncul menjelang magrib.
Pengalaman Sara Wijayanto: Bau Busuk, Kekejaman, dan Kanjeng Raden Ayu Darti
Saat memasuki rumah, Sara Wijayanto merasakan mual dan mencium bau busuk seperti daging membusuk yang bercampur darah.
Ia melihat memori seorang kakek kurus berotot yang sedang memotong daging, diiringi suara tangisan perempuan dan anak-anak yang minta tolong dengan mulut tertutup. Penglihatan ini mengindikasikan adanya tindakan kejam dan pengorbanan di masa lalu.
Mas Hau menambahkan bahwa sebelum bangunan ini berdiri, di lokasi tersebut sempat terjadi ritual keji yang melibatkan pengorbanan anak-anak perempuan.
Organ-organ tubuh korban diambil dan dimakan sebagai bagian dari ritual kanibalisme. Sara juga bertemu dengan sosok Raden Roro Darti, entitas perempuan cantik berbusana Jawa klasik dengan cadar, yang disebut sebagai “pengantin setan”.
Raden Roro Darti ini menjadi jembatan antara satanik Jawa dengan “noro bagus” di atasnya, yang tergabung dalam sebuah sekte besar. Entitas ini dipercaya mencari laki-laki muda untuk diambil spermanya sebagai luluran kecantikan.
Intimidasi dan Koneksi dengan Dunia Lain
Tim Sara Wijayanto juga mengalami berbagai intimidasi. Sara sempat ditarik paksa seolah ingin diambil raganya. Peristiwa ini dikaitkan dengan White Hills 13, sosok utusan yang ingin menunjukkan bahwa semua kejahatan memiliki sumber yang sama dan tidak bisa dihindari.
Penelusuran ini mengungkap bahwa rumah sekte di Jogja ini memiliki koneksi dengan ritual-ritual serupa di Amerika, menunjukkan adanya jaringan kejahatan spiritual yang luas. Ritual di tempat ini juga melibatkan multietnis dan perjanjian untuk mengakhiri hidup secara sukarela, sebagai budak iblis.
Baca juga: Misteri Rumah Hantu Darmo: Antara Keluarga Kaya Raya dan Perjanjian Mistis yang Berujung Maut!
Pentingnya Mengenali Rasa dan Kewaspadaan
Sara Wijayanto mengingatkan bahwa kejahatan tidak selalu datang dalam wujud menyeramkan, melainkan bisa datang dengan kebaikan dan tawaran manis yang menjerumuskan.
Oleh karena itu, penting untuk selalu mengenali dan mempercayai intuisi serta kewaspadaan agar tidak terjerumus dalam energi negatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube/Sara Wijayanto