Sabtu, 13 SEPTEMBER 2025 • 19:12 WIB

Kisah Mistis Kampung Jin: Ada Guru Ngaji yang Mengajar Anak-anak Gaib

Author

Ilustrasi Kampung Jin. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Di pedalaman Kalimantan Tengah, tepatnya di Desa Tumbang Jaya, kehidupan berjalan sederhana.

Desa ini kecil, diapit hutan rimbun dan sungai kecil yang airnya berkilau saat sore. Jalan Tanah Merah jadi satu-satunya akses keluar masuk, biasa dilewati motor tua dan mobil bak terbuka.

Di desa itu tinggal seorang guru ngaji bernama Pak Mahmud. Lelaki 45 tahun ini dikenal warga sebagai sosok sabar dan tulus.

Bersama istrinya, Bu Salma, ia menghabiskan hari-harinya mengajar anak-anak mengaji di surau papan sederhana, di samping rumahnya. Walau hidup pas-pasan dan belum punya anak, keduanya merasa cukup.

Namun, ketenangan desa itu terusik ketika muncul kisah mistis tentang suara pesta misterius dari arah hutan.

Seperti ada orang ramai, musik, bahkan tawa perempuan. Padahal semua orang tahu, di arah itu tak ada kampung lain. Warga mengaitkannya dengan bunian, makhluk gaib penghuni hutan.

Yuk simak kisah mistis Kampung Jin dilansir dari YouTube @Cahaya Sore selengkapnya!

Baca juga: Misteri Suku Bunian di Sumatra: Makhluk Gaib atau Primata Misterius?

Kedatangan Lelaki Asing

Suatu malam, selepas mengajar, Pak Mahmud didatangi lelaki asing berbaju koko putih kusam.

Wajahnya pucat tapi sopan. Ia mengaku berasal dari kampung seberang hutan. Ia mengaku, orang tuanya ingin anak-anak mereka belajar mengaji pada Pak Mahmud.

Awalnya, Pak Mahmud ragu. Setahunya, di arah hutan timur tak ada kampung. Namun lelaki itu bersikeras, bahkan berjanji menjemputnya malam Jumat.

Bu Salma sempat menolak keras, firasatnya tak enak. Tapi Pak Mahmud merasa tersanjung, karena ada yang jauh-jauh datang demi belajar Alquran.

Beberapa hari kemudian, lelaki asing itu kembali. Pak Mahmud akhirnya setuju, dengan syarat ditemani Pak Udin, tetangganya.

Malam Jumat pun tiba, mereka menembus hutan gelap ditemani cahaya senter kecil. Anehnya, jalan yang dilalui bukan jalur biasa, penuh semak dan rumput tinggi.

Hingga mereka sampai di sebuah jembatan kayu tua yang kukuh, padahal tak pernah ada sebelumnya.

Kampung Misterius di Balik Hutan

Begitu menyeberang, suasana berubah. Hutan yang gelap tiba-tiba terbuka, terlihat deretan lampu seperti perkampungan.

Rumah-rumah kayu rapi, suara anak-anak bermain, bahkan lantunan rebana terdengar samar. Pak Mahmud dan Pak Udin saling pandang tak percaya.

Mereka disambut ramah. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan anak-anak yang menyapa dengan salam.

Lalu, seorang lelaki tua berjanggut putih menghampiri, “Selamat datang, Pak Mahmud. Kami sudah lama menunggu guru ngaji yang mau datang. Anak-anak kami ingin belajar membaca Quran."

Kata-kata “kampung manusia” yang keluar dari mulut lelaki tua itu membuat bulu kuduk berdiri. Akan tetapi, Pak Mahmud tetap duduk, menerima mushaf kecil yang diberikan.

Anehnya, tulisan dalam mushaf itu bukan huruf Arab, melainkan simbol aneh. Anehnya, ketika dibaca, berubah menjadi ayat Alquran.

Anak-anak mendengarkan khusyuk, mulut mereka mengikuti bacaan Pak Mahmud. Bahkan, ada yang menangis haru.

Malam itu pengajian berlangsung hingga larut. Sebelum pulang, lelaki tua itu berpesan, “Datanglah setiap malam Jumat, Pak Guru. Jangan biarkan anak-anak ini berhenti belajar.”

Baca juga: Kisah Mistis Desa Wingit: Pulang Kampung yang Salah Jalan dan Bertemu Orang-orang Tersesat

Ilustrasi Kampung Jin. (Foto: Freepik @Freepik)

Antara Takut dan Amanah

Sejak malam itu, hidup Pak Mahmud berubah. Ia diliputi dilema antara rasa takut dan rasa iba.

Bu Salma semakin cemas, bahkan menangis tiap kali suaminya berangkat. Di sisi lain, Pak Udin yang ikut sekali, memilih berhenti karena takut.

Namun, Pak Mahmud merasa ini amanah. Ia pun tetap berangkat di malam Jumat berikutnya meski sendirian.

Setiap kali mengajar, ada hal-hal ganjil yang membuat merinding. Mulut anak-anak bergerak terlalu cepat, mata mereka kadang berkilat aneh, tawa mereka terdengar melengking tak wajar.

Namun, satu hal yang pasti, mereka sangat menghormati Al-Quran. Orang-orang kampung itu ramah, bahkan memberi buah-buahan segar sebagai bingkisan meski bukan musimnya. Anehnya, ketika dibawa pulang, buah-buahan itu tampak biasa tapi terasa “berbeda”.

Ketegangan di Balik Balai

Suatu malam, saat pengajian berlangsung, seorang anak jin bertanya polos, “Pak Guru, setelah kami pandai membaca Quran, apakah kami boleh ke kampung manusia?”

Pertanyaan itu membuat Pak Mahmud terdiam. Ia sadar, batas dunia manusia dan jin tidak bisa dilanggar begitu saja.

Dengan hati-hati ia menjawab, “Belajar Quran itu baik. Tapi setiap makhluk punya tempatnya masing-masing. Kalian bisa tetap mengaji di sini, tanpa harus ke kampung manusia.”

Jawaban itu disetujui lelaki tua berjanggut putih. Akan tetapi, ketenangan tak lama karena terdengar suara gaduh dari luar. Seperti orang marah-marah, pintu bergetar keras.

“Usir manusia itu! Jangan biarkan ia membawa Quran ke kampung ini!” teriak suara-suara dari luar.

Lelaki tua itu berkata tegas, “Tidak semua dari bangsa kami senang dengan kehadiranmu. Ada yang menolak cahaya Quran di sini. Bacalah, Pak Guru, hanya dengan lantunan Quran mereka bisa mundur.”

Pak Mahmud pun membuka mushaf, lalu mulai melantunkan ayat kursi dengan suara bergetar.

Suaranya menggema, membuat suasana balai penuh getaran. Dari luar, suara teriakan berubah jadi raungan kesakitan. Bayangan hitam berkelebat, lalu perlahan menghilang.

Baca juga:  Kisah Mistis Desa Rawa Mayit: Tempat Sosok Misterius Mencari Kepalanya yang Hilang

Malam itu, Pak Mahmud sadar, dirinya masuk ke dunia yang tak semua orang bisa lihat. Antara rasa takut, tanggung jawab, dan harapan, ia tetap melanjutkan mengajar.

Namun, satu pertanyaan terus menggantung di kepalanya, "Apakah benar ia bisa jadi jembatan antara manusia dan jin lewat Alquran? Atau justru, semua ini hanyalah awal dari kisah yang lebih besar?"

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU