Ilustrasi Satelit Black Knight (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Teori konspirasi tentang satelit Black Knight sudah lama menjadi perbincangan dan menjadi misteri luar angkasa.
Objek misterius ini disebut-sebut sebagai satelit atau pesawat alien kuno yang telah mengorbit Bumi selama ribuan tahun.
Meski begitu, para ilmuwan dan badan antariksa berkali-kali membantah klaim tersebut. Namun hingga kini, cerita tentang Black Knight masih terus menarik perhatian publik.
Melansir laman Space, Kamis (7/06/2026) teori Black Knight berkembang dari gabungan berbagai peristiwa dan spekulasi selama lebih dari satu abad.
Baca juga: Bukan Berasal dari Matahari, Ilmuwan Ungkap Misteri Debu di Asteroid Ryugu!
Salah satu cerita yang sering dikaitkan dengan teori ini berasal dari eksperimen Nikola Tesla pada 1899 di Colorado Springs.
Saat itu, Tesla mengaku mendeteksi sinyal radio aneh yang dianggap sebagian orang berasal dari luar angkasa.
Kemudian pada 1927, operator radio asal Norwegia bernama Jorgen Hals juga menemukan fenomena gema radio misterius yang kembali beberapa detik setelah dikirim.
Fenomena-fenomena tersebut akhirnya memicu spekulasi tentang adanya objek asing yang mengorbit Bumi.
Popularitas teori Black Knight semakin meningkat setelah misi pesawat ulang-alik STS-88 milik NASA pada 1998.
Dalam misi tersebut, para astronaut mengambil foto objek hitam berbentuk aneh yang terlihat mengorbit Bumi. Gambar itu kemudian viral di internet dan dianggap sebagai bukti keberadaan satelit alien Black Knight.
Banyak penggemar UFO mengklaim objek tersebut merupakan pesawat luar angkasa kuno yang sudah berada di orbit Bumi selama 13.000 tahun.
Namun berdasarkan penjelasan NASA yang dikutip laman Space, objek misterius tersebut sebenarnya hanyalah selimut isolasi termal yang terlepas saat astronaut melakukan perjalanan luar angkasa.
Baca juga: The Montauk Project: Teori Konspirasi Perjalanan Waktu dan Teleportasi Militer AS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Space