INDOZONE.ID - Penembakan aktivis politik sekaligus tokoh konservatif Amerika Serikat, Charlie Kirk, mengejutkan publik dunia. Pasca kematiannya, kasus ini semakin menjadi sorotan setelah muncul teori konspirasi.
Salah satu teori konspirasi yang paling ramai dibicarakan saat ini yaitu kematiannya mirip dengan alur film Snake Eyes (1998) yang dibintangi aktor kondang Nicholas Cage.
Untuk diketahui, Charlie Kirk tewas ditembak pada 10 September saat menghadiri debat rutin di Utah Valley University.
Baca juga: Serangga sebagai Makanan Masa Depan: Fakta atau Konspirasi?
Nah, dalam film Snake Eyes, Nicholas Cage berperan sebagai seorang detektif korup yang membongkar konspirasi di tengah pertandingan tinju, di mana Menteri Pertahanan AS ditembak mati.
Kemiripan yang disorot netizen di media sosial adalah, nama korban dalam film itu Charles Kirkland, sedangkan nama lengkap Kirk adalah Charles James Kirk.
Menariknya, keduanya sama-sama ditembak di bagian leher.
Kemiripan lainnya adalah, tersangka pembunuhan Kirk adalah Tyler Robinson (22 tahun). Sementara di film Snake Eyes, seorang petinju bernama Lincoln Tyler ikut menjadi bagian dari plot pembunuhan.
Tak hanya itu, korban dalam film itu tewas ditembak pada 10 September, persis di hari penembakan Charlie Kirk.
Bahkan, sebagian warganet mengaitkan dukungan kuat Kirk terhadap Donald Trump dengan fakta bahwa sebagian adegan Snake Eyes direkam di Trump Taj Mahal.
Meski teori konspirasi ini ramai dibicarakan, film Snake Eyes hanya salah satu dari banyak teori yang berkembang di lingkaran pendukung Donald Trump.
Banyak yang menolak narasi bahwa Robinson Tyler bertindak sendirian dalam pembunuhan Charlie Kirk.
Baca juga: Project Blue Beam: Konspirasi Gila soal NASA, Kiamat Palsu, dan Hologram Tuhan Raksasa
Tokoh seperti Steve Bannon mendesak pemerintahan Trump untuk menyelidiki “jaringan konspirator” yang lebih luas, bahkan mendorong antifa untuk ditetapkan sebagai organisasi teroris domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Colombiaone, X