Ilustrasi Monster Nian (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek dikenal sebagai salah satu tradisi tertua dalam budaya Tiongkok.
Akan tetapi, tidak banyak yang mengetahui bahwa berbagai kebiasaan yang dilakukan saat Imlek, seperti menyalakan petasan, memasang hiasan merah, hingga begadang di malam pergantian tahun, berakar dari sebuah legenda kuno tentang Monster Nian.
Baca juga: Tradisi Pemberian Angpau saat Imlek, Simbol Keberuntungan yang Bertahan Ribuan Tahun
Menurut kisah turun-temurun, pada zaman dahulu hiduplah seekor monster ganas bernama Nian. Ia digambarkan memiliki gigi dan tanduk tajam serta hidup menyendiri di dasar laut yang gelap.
Setiap menjelang akhir tahun lunar, Nian akan muncul ke daratan untuk memangsa manusia dan ternak.
Ketakutan pun melanda desa-desa. Setiap Malam Tahun Baru, penduduk akan meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke pegunungan terpencil demi menyelamatkan diri dari serangan makhluk buas tersebut.
Tradisi mengungsi ini terus dilakukan dari tahun ke tahun, karena tak seorang pun mampu melawan Nian.
Baca juga: Sejarawan Tionghoa Kenang Imlek Era Orde Baru yang Dulu Dirayakan Tertutup
Suatu malam menjelang Tahun Baru, ketika warga kembali bersiap meninggalkan desa, datanglah seorang lelaki tua berpakaian compang-camping.
Rambutnya memutih, tetapi sorot matanya tajam. Tidak seorang pun memperhatikannya karena semua orang sibuk menyelamatkan diri.
Hanya seorang nenek yang berbaik hati memberinya makanan. Kepada lelaki tua itu, sang nenek menceritakan teror Monster Nian dan menyarankannya untuk ikut mengungsi. Namun, lelaki tua tersebut tetap tenang.
Ia justru meminta izin untuk bermalam di rumah sang nenek dan berjanji akan mengusir monster itu.
Meski ragu, sang nenek akhirnya pergi meninggalkan desa, sementara lelaki tua itu tetap tinggal seorang diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Travel China Guide