INDOZONE.ID - Di sebuah dusun kecil bernama Klagen, Desa Tropodo, Krian, Sidoarjo, ada batu gede banget yang diam-diam nyimpan cerita epik dari ratusan tahun lalu. Namanya prasasti Kamalagyan. Tingginya lebih dari dua meter, tapi yang bikin batu ini keren banget bukan cuma ukurannya, tapi isi pesannya yang udah ada sejak tahun 959 Saka alias sekitar 1037 Masehi. Bukan cuma artefak, ini semacam time capsule dari masa kerajaan.
Baca Juga: Batu Prasasti Berusia 3.500 Tahun Ungkap Awal Mula Manusia Mengenal Hantu
Tertulis dengan huruf Jawa Kuno, prasasti ini menceritakan pembangunan bendungan bernama Wringin Sapta. Yang lebih mind-blowing lagi, proyek ini langsung digarap bareng sama Raja Airlangga dan rakyatnya. Iya, kamu nggak salah baca, RAJA TURUN TANGAN URUS AIR! Nggak cuma duduk manis di istana, Raja Airlangga waktu itu digambarkan sebagai sosok ratu Cakrawati alias penguasa dunia yang bawa kehidupan lewat air amerta. Jadi kayak dewa yang ngasih berkah buat bumi, gitu vibes-nya.
Yang bikin makin kerasa dramatis, prasasti ini dikeluarkan cuma seminggu lebih sehari setelah Airlangga menang lawan Raja Wijayawarmman. Jadi bisa dibilang, ini adalah penanda kalau perang udah selesai dan waktunya fokus bangun negeri. Nggak ada waktu buat pesta pora, langsung kerja bareng rakyat. Gokil, kan?
Baca Juga: Rekam Jejak Sejarah Kerajaan Indonesia Melalui Lorong Penuh Arca dan Prasasti di Museum Nasional
Dari prasasti Kamalagyan ini kita bisa ngintip banyak hal, mulai dari gaya kepemimpinan yang relate, pembangunan yang kolaboratif, sampai makna kekuasaan yang nggak cuma soal tahta, tapi soal bikin hidup rakyat lebih baik. Ini bukan sekadar batu, tapi saksi bisu yang ngajak kita ngobrol langsung sama masa lalu. Kayak reminder buat kita semua bahwa sejarah itu nggak selalu kaku, kadang justru lebih hidup dari yang kita kira.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia