Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 14 MEI 2025 • 16:15 WIB

Dari Gerobak Sapi ke Jalur Kereta: Sejarah Transportasi Kayu Jati di Jawa

INDOZONE.ID - Eksploitasi kayu jati di Jawa merupakan bagian penting dari sejarah ekonomi dan lingkungan di Indonesia. Kayu jati dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pembangunan benteng, gudang, dan jembatan oleh pemerintah kolonial Belanda, sekaligus menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.

Dari Gerobak Sapi ke Jalur Kereta: Sejarah Transportasi Kayu Jati di JawaPengiriman kayu jati dengan gerobak sapi/Tectona

Pihak yang terlibat dalam proses ini meliputi masyarakat lokal, terutama para blandong (pekerja penebang kayu) dan pemerintah kolonial Belanda yang mengatur sistem pengelolaan dan distribusi kayu jati secara sistematis sejak abad ke-18.

Baca Juga: Rahasia Kekayaan VOC saat Berkuasa di Nusantara, Mulai dari Janji hingga Eksploitasi

Eksploitasi sistematis dimulai sejak masa VOC dan berlangsung intensif pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, terutama di wilayah Jawa, seperti Karesidenan Rembang dan kawasan hutan jati Tempuran.

Permintaan internasional yang tinggi terhadap kayu jati dan kebutuhan pembangunan infrastruktur mendorong penebangan besar-besaran. Belanda melihat nilai ekonomi yang besar dari komoditas ini dan berupaya mengoptimalkan produksinya.

Dari Gerobak Sapi ke Jalur Kereta: Sejarah Transportasi Kayu Jati di JawaKereta membawa kayu jati/Tectona

Awalnya, kayu jati diangkut menggunakan sistem tradisional seperti gerobak sapi dan penghanyutan melalui sungai. Namun, sistem ini lambat dan mahal. Maka, sejak pertengahan abad ke-19, jalur kereta api dibangun untuk mendukung distribusi kayu secara lebih cepat dan efisien. Sistem ini menggantikan metode blandong dan hewan angkut, sehingga kayu bisa dikirim langsung dari hutan ke pelabuhan dengan biaya di bawah 1 gulden per meter kubik.

Baca Juga: Kisah Abi Kusno Nachran: Jurnalis yang Dianiaya karena Bongkar Perdagangan Kayu Ilegal di Kalimantan

Meskipun efisiensi meningkat, eksploitasi yang berlebihan menyebabkan degradasi hutan jati, diperparah oleh kebakaran dan bencana alam. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang dampak sosial dan ekologis dari eksploitasi sumber daya alam tanpa pengelolaan berkelanjutan.



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Research Gate

BERITA TERBARU

Dari Gerobak Sapi ke Jalur Kereta: Sejarah Transportasi Kayu Jati di Jawa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!