Selasa, 22 APRIL 2025 • 17:20 WIB

Kisah Ki Ageng Galang Sewu, Ulama Pejuang dari Tembalang yang Pimpin Seribu Pasukan

Author

Makam Ki Ageng Galang Sewu

INDOZONE.ID - Tak banyak yang tahu bahwa dibalik ramainya kawasan Tembalang, Kota Semarang, yang dipenuhi mahasiswa Universitas Diponegoro, tersimpan jejak seorang tokoh yang ikut berjuang pada abad ke-19, yakni Ki Ageng Galang Sewu.

Makamnya yang terletak di tengah-tengah lingkungan kampus ternama di Semarang ini, merupakan salah satu tokoh yang turut membantu perjuangan Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa tahun 1825-1830.

Kisah ini diceritakan Kumaidi, Ketua RW setempat dalam Kanal YouTube Pemkot Semarang yang berjudul “Jelajah Semarang - Makam Ki Ageng Galang Sewu", berdasarkan cerita dari ayahnya.

Ki Ageng Galang Sewu, atau Kyai Galang Sewu, berasal dari keluarga Bustaman, keturunan ulama besar di Semarang.

Ia merupakan cucu dari Kyai Bustaman dan memiliki hubungan keluarga dengan Raden Sukar, salah satu pengikut setia Diponegoro yang turut dibuang ke Makassar.

Saat Perang Jawa (1825–1830) meletus, Ki Ageng Galang Sewu dipercaya memimpin laskar perlawanan yang berjumlah ribuan orang di wilayah Semarang dan sekitarnya, terutama di daerah Jatingaleh hingga Ungaran.

Nama Ki Ageng Galang Sewu bukanlah nama asli. Menurut Kumaidi, nama lahirnya adalah Suryokusumo.

Baca Juga: Bukan di Tanah Jawa, Ternyata Makam Pangeran Diponegoro Ada di Makassar, Begini Kisahnya

Nama Ki Ageng Galang Sewu muncul ketika dia memimpin pasukan yang berjumlah ribuan, saat membantu Pangeran Diponegoro di daerah Tembalang sampai Ungara.

Dari situ nama “Galang Sewu” digunakan karena bermakna “menggalang seribu pasukan”.

Perjuangan Ki Ageng Galang Sewu tidak berhenti di medan perang. Setelah perang berakhir, ia kembali ke jalur dakwah.

Ia dikenal sebagai tokoh spiritual yang sederhana dan dihormati. Makamnya kini menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjungi, terutama saat Haul Simbah Ki Ageng Galang Sewu dan Haul Pangeran Diponegoro yang tiap tahun dilaksanakan pada bulan Januari.

Para pengunjung datang dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa Universitas Diponegoro yang kampusnya berdiri tak jauh dari sana.

Menurut tradisi lisan yang berkembang di masyarakat sekitar, Ki Ageng Galang Sewu pernah menyampaikan ramalan bahwa tanah tempat tinggalnya kelak akan “dipenuhi jamur”—yang diinterpretasikan sebagai pertanda tumbuhnya banyak bangunan dan pusat kehidupan.

Pada waktu itu orang-orang tak mengerti maksud dari “dipenuhi jamur” tersebut, tetapi ternyata maksudnya adalah menjamurnya bangunan, universitas, rumah sakit, hingga pusat ekonomi di kawasan Tembalang.

Baca Juga: Intip Kamar Tahanan Pangeran Diponegoro di Museum Sejarah Jakarta, Konon Ada Kisah Mistis yang Bikin Merinding

Sekitar 1 kilometer dari makamnya, dibangun pondok pesantren dengan nama yang digunakan untuk menghormati beliau, yakni Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu.

Saat artikel ini ditulis, Ponpes ini diasuh oleh K.H. Muhammad Nur Salafuddin AH, yang terletak di Jalan Jurang Blimbing, RT 3/RW 4, Kelurahan Tembalang, Kota Semarang.

Pondok pesantren yang didirikan pada 1999 ini kebanyakan diperuntukan bagi mahasiswa Universitas Diponegoro untuk mendalami ilmu agama yang beriringan dengan mencari ilmu dunia.

Kisah Ki Ageng Galang Sewu mengingatkan kita bahwa sejarah bukan hanya diwarnai oleh para sultan dan bangsawan, tetapi juga oleh ulama dan rakyat kecil yang menjadi tulang punggung perlawanan.

Dari Tembalang, warisan seorang ulama pejuang tetap hidup, tidak hanya terukir di batu nisan, tetapi juga dalam semangat masyarakat yang senantiasa mengingat dan menghormati sejarah perjuangan mereka.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kyaigalangsewu.net, Youtube @semarangpemkot

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU