INDOZONE.ID - Pada masa kolonial Belanda, Surabaya menjadi saksi berkembangnya gaya hidup ala Eropa yang dibawa oleh para pendatang dari Barat.
Bagi orang-orang Eropa, menerapkan gaya hidup mereka di tanah jajahan bukan hanya soal kenyamana. Akan tetapi juga sebagai bentuk keyakinan bahwa peradaban Eropa lebih unggul dan lebih modern dibanding budaya pribumi.
Gaya hidup ini tercermin dalam berbagai aktivitas hiburan atau plesiran yang mereka lakukan sebuah simbol bahwa mereka adalah bagian dari dunia yang dianggap lebih “maju”.
Pemerintah kolonial Belanda, bahkan merancang kawasan khusus bagi warga Eropa untuk beristirahat dan bersantai.
Wilayah ini berada sedikit di pedalaman Surabaya dan kini dikenal sebagai kawasan Jalan Tunjungan. Kawasan ini dulunya dipenuhi gedung-gedung bergaya Eropa, kafe, dan toko-toko mewah.
Baca Juga: Pria Ini Ungkap 7 Tahapan Jiwa setelah Kematian Menurut Pesan dari Alam Baka
Berikut beberapa gaya hidup elit orang Eropa di Kawasan Tunjungan:
1. Tempat hiburan
Aktivitas rekreasi hiburan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan orang Eropa di Tunjungan.
Gedung-gedung pertemuan, balai dansa, dan klub-klub sosial dibangun sebagai ruang untuk mengadakan pesta, jamuan makan malam, atau acara olahraga.
Di tempat-tempat inilah mereka menjalin membentuk jaringan, dan mempertahankan kelas sosial mereka.
Baca Juga: Sejarah Reog Cemandi: Warisan Kesenian Tradisionaldi Sidoarjo yang Berbeda dengan Versi Ponorogo
2. Budaya Makan di Restauran
Restoran dan kafe bergaya Eropa bermunculan di sepanjang Tunjungan, menjadikan budaya makan di luar sebagai bagian dari gaya hidup mewah.
Hanya kalangan menengah atas dan elit yang bisa mengakses tempat-tempat ini, sehingga menimbulkan pembeda kelas sosial, di mana orang-orang dari kalangan elit dapat berkumpul dan berinteraksi dengan sesama mereka.
3. Tren Fashion
Bagi orang elit Eropa di Tunjungan, pakaian bukanlah sekadar penutup tubuh, merupakan sebagai pernyataan status.
Gaya berpakaian yang mewah, elegan, dan sesuai tren Eropa menjadi ciri khas yang membedakan mereka dari kalangan pribumi dan masyarakat kelas bawah. Lingkungan elit seperti Tunjungan membentuk tren mode saat itu.
Setiap potongan pakaian, bahan, hingga aksesori yang digunakan menunjukkan kedudukan sosial seseorang mewakili keanggunan, kemewahan, dan prestise yang ingin mereka tampilkan ke dunia.
4. Olahraga
Olahraga juga menjadi bagian penting dalam gaya hidup elit Eropa. Mereka membentuk komunitas dan klub olahraga khusus yang hanya dapat diakses kalangan tertentu.
Sepak bola, tenis, golf, renang, hingga hoki dimainkan di arena yang sengaja dibangun untuk memenuhi kebutuhan mereka akan hiburan dan eksklusivitas.
Kawasan Tunjungan pada abad ke-19 berbeda dengan saat ini, mungkin semua kemewahan itu sudah menjadi bagian dari sejarah. Tapi jejaknya masih bisa kita lihat melalui bangunan tua, jalanan, dan sisa-sisa arsitektur di kawasan Tunjungan.
Kisah tentang Societeit, restoran mewah, dan kehidupan elit kolonial menjadi pengingat bahwa Surabaya pernah jadi kota yang menunjukkan simbol kekuasaan dan kelas sosial antara elit Eropa dengan pribumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah