Senin, 10 MARET 2025 • 14:23 WIB

6 Banjir Paling Mematikan dalam Sejarah, Ada yang Sampai Runtuhkan Pemerintahan

Author

  Ilustrasi banjir.

INDOZONE.ID - Baru-baru ini, Indonesia berdukacita atas bencana banjir yang terjadi di Jabodetabek. Bekasi jadi wilayah yang paling disorot karena terdampak banjir cukup parah. 

Karena bencana banjir ini, puluhan ribu orang terdampak dengan kerugian materil dan imateril yang dirasakan.

Warga melintasi banjir di kawasan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)

Terjadi dari tahun ke tahun, banjir terus menjadi salah satu momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia di berbagai wilayah. Rasa was-was dirasakan oleh masyarakat di wilayah rawan banjir tiap terjadi hujan deras.

Tentu, masyarakat berharap bukan hanya penanganan saat sudah terjadi banjir saja, melainkan juga pencegahan dilakukan dengan lebih baik.

Sebab, banjir terjadi bukan hanya karena faktor alam, tapi juga diperparah oleh variabel lain yang sebenarnya bisa dicegah. Seperti, akibat pengelolaan air yang buruk, bangunan di daerah resapan air, hingga penggundulan hutan.

Bencana banjir juga telah banyak terjadi sepanjang sejarah dunia. Bahkan, sejumlah bencana banjir dikenal sebagai banjir paling mematikan.

Baca Juga: Legenda Yu Sang Penakluk Banjir di Dinasti Xia Tiongkok, Hadapi Banjir Besar dengan Cara Kebersamaan

6 Banjir Paling Mematikan dalam Sejarah

1. Banjir Badai Bhola, Pakistan dan India (1970)

Pada 1970, Siklon Bhola melanda Pakistan Timur (sekarang Bangladesh) dan wilayah Benggala Barat di India. 

Siklon Bhola menjadi salah satu badai tropis paling mematikan dalam sejarah yang juga menyebabkan banjir besar. 

Kerusakan luas terjadi, terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Bencana ini menewaskan sekitar 300.000 hingga 500.000 orang dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Di sisi lain, infrastruktur dan pertanian terdampak parah. 

Namun, Siklon Bhola juga memainkan peran penting dalam kemerdekaan Bangladesh. Pasalnya, bencana ini memicu kekacauan politik, yang kemudian menyebabkan Pembebasan Bangladesh hingga kemerdekaannya pada 1971.

2. Banjir Sungai Kuning, China (1938)

Bukan disebabkan faktor alam, banjir paling mematikan dalam sejarah satu ini terjadi karena kesengajaan.

Penghancuran tanggul di Sungai Kuning oleh pasukan China menyebabkan banjir dahsyat. Ini dilakukan pasukan China sebagai strategi menghentikan laju pasukan Jepang selama Perang China-Jepang Kedua. 

Ilustrasi banjir.

Rupanya, strategi ini akhirnya berujung peristiwa tergelap sepanjang sejarah manusia pada 1938. Sekira 54.000 kilometer persegi wilayah daratan China terendam banjir dan kerusakan besar tak terhindarkan. 

Selain itu, diperkirakan Banjir Sungai Kuning menewaskan antara 500.000 hingga 900.000 orang. 

3. Banjir China (1931)

Pada 1931, bukan hanya Sungai Kuning yang meluap. Sejumlah sungai di China termasuk Sungai Yangtze, salah satu sungai terpanjang di dunia, bersama-sama meluap menyebabkan bencana alam paling mematikan. 

Bencana ini terjadi karena hujan deras dan salju yang mencair dengan deras. Banjir ini menghancurkan wilayah-wilayah di China, menyebabkan jutaan orang mengungsi. Jumlah korban tewas diperkirakan sebanyak 1 juta hingga 4 juta orang.

4. Banjir Sungai Kuning (1887)

Bencana banjir Sungai Kuning  yang dahsyat juga pernah terjadi pada 1887. Banjir pada tahun itu terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Kuning. 

Banjir ini merendam hampir 50.000 kilometer persegi wilayah di China. Banjir Sungai Kuning pada 1887, mengakibatkan seluruh desa musnah, pertanian hancur, dan infrastruktur penting hilang. 

Selain itu, kelaparan parah terjadi dan diperparah dengan epidemi yang menyerang. Banjir ini disebut memakan korban hingga 2.000.000 jiwa. 

Baca Juga: Tragedi Banjir Bandang Terparah Quebec Kanada pada Abad ke-20: 1.718 Rumah Rusak dan 16 Ribu Orang Mengungsi

5. Banjir Kaifeng (1642)

Banjir paling mematikan lainnya, juga terjadi di China. Banjir Kaifeng terjadi pada 1642 karena serangkaian jebolnya tanggul Sungai Kuning. 

Meluapnya sungai ini menelan Kaifeng yang saat itu merupakan ibu kota Dinasti Ming.  Seluruh wilayah Kaifeng hancur karena bencana ini. 

Diperkirakan, lebih dari 300.000 orang tewas. Bencana ini pun menghantam ekonomi hingga melemahkan Dinasti Ming. 

Banjir Kaifeng menjadi salah satu peristiwa yang mengantarkan Dinasti Ming pada keruntuhannya.

6. Jebolnya Bendungan Banqiao (1556)

Bendungan Banqiao yang terletak di provinsi Henan, China, dibangun untuk mengelola banjir dari Sungai Ru. 

Namun, bendungan ini tak dibangun cukup kuat untuk menghindarkan wilayah ini dari bencana banjir. 

Saat terjadi hujan terus-menerus pada musim panas 1556, bendungan ini jebol hingga melepaskan volume air yang luar biasa. 

Ratusan mil di sepanjang sistem sungai ini terendam. Jebolnya bendungan ini merenggut sekitar 100.000 hingga 200.000 jiwa. Selain itu, pertanian dan infrastruktur terdampak parah. 

Jebolnya Bendungan Banqiao dianggap sebagai bencana buatan manusia paling mematikan dalam sejarah. Ini pun menjadi pengingat keras tentang konsekuensi karena sistem pengelolaan air yang salah.

Itulah 6 bencana banjir paling mematikan dalam sejarah. Ternyata, banyak bencana banjir yang terjadi di China. Penyebabnya pun berasal dari faktor alam hingga manusia.

Bagaimana menurut kamu?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Times Of India

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU