INDOZONE.ID - Dinasti Xia, yang terletak di sekitar kawasan Sungai Kuning, sering dilanda bencana banjir besar. Banjir ini tidak hanya menyebabkan banyak korban jiwa, tetapi juga merusak sarana dan prasarana pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi negara.
Pada masa pemerintahan Kaisar Yo, pemerintahannya mengutus seorang bernama Gun, yang dikenal sebagai keturunan setengah dewa, untuk menangani masalah banjir yang melanda wilayah tersebut.
Gun menjalankan tugasnya selama hampir sembilan tahun, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Banjir semakin parah, korban jiwa terus bertambah, dan beberapa wilayah daratan mulai hilang akibat erosi.
Gun mencoba berbagai upaya untuk mengatasi bencana tersebut, termasuk membangun tanggul untuk menahan derasnya aliran air. Namun, upaya tersebut gagal dan justru semakin memperburuk keadaan.
Baca Juga: Legenda dan Realitas : Dinasti Xia sebagai Dinasti Tertua di Tiongkok
Ketika Kaisar Yu Shun naik takhta menggantikan Kaisar Yo, ia melanjutkan perjuangan yang sudah dimulai oleh pendahulunya. Namun, Kaisar Yu Shun tidak puas dengan kinerja Gun, yang dinilai gagal dalam menangani masalah banjir. Oleh karena itu, Gun diberhentikan dari tugasnya, dan Kaisar Yu Shun menunjuk putra Gun, Yu, untuk melanjutkan upaya tersebut.
Yu menerima perintah dari Kaisar dengan penuh semangat. Berbeda dengan ayahnya, Yu merasa bahwa pendekatan yang dilakukan Gun selama ini terlalu mengandalkan kepercayaan diri tanpa melibatkan bantuan dari orang lain. Ia pun memutuskan untuk mengumpulkan banyak orang untuk bekerja bersama membangun kanal yang berfungsi sebagai penampung air dan mengalirkannya kembali ke laut.
Setelah sekitar 13 tahun bekerja keras bersama masyarakat, Yu akhirnya berhasil menyelesaikan proyek besar tersebut. Bendungan yang dibangunnya mengurangi dampak banjir, dan akhirnya musibah tersebut tidak lagi melanda Dinasti Xia.
Baca Juga: Naga dalam Legenda China, Simbol Keberkahan atau Kekacauan?
Keberhasilan Yu dalam mengatasi bencana banjir ini membuat Kaisar Yu Shun sangat terkesan. Karena prestasinya, Yu diangkat sebagai komando pasukan dan terus membanggakan sang Kaisar. Akhirnya, karena jasa-jasanya, Yu diangkat sebagai pewaris takhta Dinasti Xia, menggantikan Kaisar Yu Shun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mutmainah, Anna. (2024). Peradaban Asia Timur